Pemerintah Kota Yogyakarta, BMKG DIY, BPBD Kota Yogyakarta, Penjelajah Langit dan Taman Pintar bekerjasama untuk mengadakan acara 'Simulasi Gerhana Matahari'. Acara ini bertujuan memberikan berbagai informasi kepada masyarakat berkaitan dengan GMT.
Simulasi ini telah berlangsung mulai 28 Februari hingga 9 Maret 2016. Masyarakat bisa datang dan bertanya langsung di Planetarium yang ada di Taman Pintar Jl Senopati Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim dari Penjelajah Langit Yogyakarta, Ghiffari di Taman Pintar menunjukkan beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengamati proses terjadinya gerhana matahari. Beberapa alat itu diantaranya teleskop plus filter matahari, kacamata matahari, kacamata las #14 dan lain-lain.
|
"Jangan menatap langsung (gerhana matahari sebagian). Harus pakai alat bantu karena berbahaya bagi retina mata," pesan Ghiffari selaku Ketua Panitia Penjelajah Langit Yogyakarta, di Taman Pintar Yogyakarta, Kamis (3/3/2016).
Dia mengatakan pihaknya akan terus memberikan informasi ke masyarakat luas mengenai gerhana matahari sebagian yang akan terjadi dan bisa disaksikan di Yogyakarta. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai gerhana matahari di Planetarium Taman Pintar.
Selain di kawasan Tugu Yogyakarta, beberapa kelompok atau komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya juga ada yang akan menyaksikan gerhana matahari dari perbukitan di wilayah Bokoharjo, Prambanan, Sleman dan Bukit Menoreh, Kulonprogo.
Simulasi pengamatan menggunakan kacamata khusus gerhana (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom) |
(bgs/slh)












































Foto:
Simulasi pengamatan menggunakan kacamata khusus gerhana (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)