Heboh Ribuan Skripsi Dibuang

Cara USU Medan Tak Buang Skripsi, Wajibkan Mahasiswa Setor dalam Bentuk CD

Jefris Santama - detikNews
Kamis, 03 Mar 2016 17:09 WIB
Suasana Perpustakaan USU Medan (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah dalam bentuk buku memang merepotkan pihak kampus. Sebab, jumlah karya ilmiah dengan ruang sering kali tidak berimbang. Nah, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan memiliki cara khusus untuk menghemat ruang perpustakaan.

"Mulai tahun 2007 hingga sekarang, penyerahan hasil untuk hasil D3 dan skripsi yakni berupa elektronik (CD) dan diserahkan perpustakaan. Sedangkan untuk tesis (S2) dan desertasi (S3) diserahkan ke perpustakaan berupa bentuk cetak dan elektronik," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Perpustakaan USU, Rasiman, di kantornya, Kamis (3/3/2016).

Foto: Jefris Santama/detikcom

"Kan di USU, ada 4 kali periode wisuda dalam setahun. Nah, dalam setiap periodenya itu, yang diwisuda mencapai 6 ribu orang," kata Rasiman.

Mengenai soal file skripsi yang diserahkan ke pihak perpustakaan, maka nantinya file tersebut akan dipublikasi dan bisa diakses memulai link (repository.usu.ac.id). Nantinya, semua orang bisa mengakses dan melihat hasil skripsi tersebut.

"Ya file itu bisa dibuka dan bisa diakses melalui internet. Lebih efektif juga. Bila ada yang menjiplak kan nanti tuh ketahuan siapa yang melakukannya. Jadi ini untuk menghindari plagiatisme juga," terangnya.

Sementara itu, untuk pendokumentasian tesis dan disertasi, masih memungkinkan hingga 10 tahun ke depan.

Foto: Jefris Santama/detikcom

Pernahkah USU memusnahkan skripsi dan karya ilmiah? "Ya, pernah itu pada tahun 90-an. Namun untuk tahun 2000-2005, hasil skripsi telah di-scan dan tahun 2007 mulai diberlakukan dan dipublikasi," tuturnya.

Hingga kini, total keseluruhan judul yang telah dipublikasikan oleh pihak perpustakaan USU lebih dari 54 ribu judul. Untuk lokasi penyimpanan tesis dan disertasi berada di ruangan deposit USU yang terletak di lantai 3.

Foto: Jefris Santama/detikcom

Apa respons USU terkait pemusnahan karya ilmiah di UIN Makassar? "Ya itu kan tergantung kebijakan masing-masing institusi. Hasil penelitian itu kan ada masanya, sekitar 5 tahun. Jadi, bila sudah usang mungkin tak dibutuhkan lagi. Masalah keterbaruan saja," tutupnya. (trw/trw)