Menteri Gaduh, Jokowi Marah

Menteri Gaduh, Jokowi Marah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 03 Mar 2016 16:27 WIB
Menteri Gaduh, Jokowi Marah
Foto: Biro Pers Kepresidenan
Jakarta - Sudah lama mengamati menteri yang gaduh di luar rapat kabinet, akhirnya Presiden Jokowi melontarkan peringatan keras. Apakah peringatan keras Jokowi ini bakal berujung reshuffle kabinet?

Memang bukan presiden yang mengungkap 'kemarahan' itu, melainkan Jubir Presiden Johan Mudi. Johan menuturkan adanya perseteruan antara menteri di kabinet membuat presiden sangat prihatin.

"Soal perseteruan antara menteri dalam kabinet, yang pertama presiden cukup prihatin terhadap beberapa peristiwa belakangan ini, di mana seolah-olah antar menteri sudah saling 'menyerang' di ranah publik. Baik melalui media sosial maupun secara terbuka itu disharing terhadap publik," kata Johan di kompleks Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata Jokowi sudah berulangkali meminta perseteruan antar menteri ini dihentikan. Jokowi berulangkali menegaskan bahwa tempat debat para menteri adalah di rapat kabinet atau rapat terbatas.

"Berulang kali beliau menegaskan bahwa tolong ini dihentikan. Kepada para menteri perdebatan hanya ada di ruang rapat terbatas atau rapat kabinet dan ini sudah pernah disampaikan oleh presiden yang dengan bahasa jangan gaduh di luar," jelas Johan.

Kali ini Jokowi tak hanya kecewa. Johan menyebut presiden tengah marah karena para menteri saling menyerang. Jokowi pun bakal meminta keterangan para menteri terkait.

"Yang ketiga disampaikan bahwa presiden "marah" dengan situasi yang terjadi belakangan ini yang terlihat semakin meruncing bahkan masuk pada perseteruan antar menteri yang bersifat menyerang pribadi. Jadi kembali ditegaskan oleh Presiden, cukup hentikan itu, siapapun pembantunya, kembali memposisikan bahwa menteri adalah pembantu presiden. Nanti akan segera untuk dimintai keterangan menteri-menteri terkait," tegas Johan.

Selain menteri yang salin sering, Johan juga mengungkap peringatan Jokowi agar menteri tidak mendahului presiden dan jalan sendiri. Presiden tak segan melakukan evaluasi total setelah ini.

Lalu, akankah evaluasi menteri yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini akan berujung ke reshuffle jilid II?

"Kalau itu (reshuffle), saya tidak punya kemampuan untuk menjawab," jawab Johan.

Namun demikian Presiden Jokowi hari ini angkat bicara langsung soal menteri gaduh ini. Jokowi menegaskan bahwa semua menteri harus satu visi dengan presiden.

"Satu visi dengan Presiden! Prinsip, itu prinsip!" lanjutnya dengan nada tegas sambil mengacungkan telunjuk," ucap Jokowi di sela-sela peninjauan pembangunan Tol Medan Binjai di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (2/3/2016).

Apakah Jokowi bakal mereshuffle menteri yang tak satu visi dengan presiden? (van/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads