Selain itu terdapat 386 kabupaten/kota yang jumlah penduduknya 157 juta jiwa yang saat ini tinggal di daerah rawan. Daerah-daerah rawan itu mayoritas berada di Indonesia bagian timur.
"Sejak tahun 1629 Indonesia sudah mengalami kejadian tsunami. Dan selama itu ada 175 kali tsunami yang dialami Indonesia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di lantai 11 Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jl Pramuka, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo menambahkan tsunami yang besar umumnya terjadi karena beberapa hal. "Misalnya dislokasi vertikal, atau pada sesar naik atau sesar turun," ucap Sutopo.
Saat ini BNPB juga sedang melakukan antisipasi terhadap gempa bumi megathrust. Berbagai cara dilakukan yaitu dengan latihan gabungan internasional di Padang dan Mentawai.
"Kami kerja sama dengan Basarnas, INSARAG, dan UNOCHA. Kita juga sedang melakukan pelebaran dan perkuatan jalan by pass di Kota Padang untuk evakuasi. Dan mewajibkan gedung-gedung pemerintah sebagai elevated evacuation building," jelasnya.
![]() |
Sosialisasi bencana gempa bumi megathrust juga menjadi faktor utama dalam kesiapsiagaan antisipasi gempa. Hingga saat ini juga ada sekitar 55 sirine peringatan tsunami dari BMKG yang terpasang di antara Sabang sampai Merauke.
"Satu sirine mencover radius 2 kilometer persegi. Sayangnya sirine tersebut banyak yang belum berfungsi. Seperti misal harusnya sirinenya dibunyikan petugas, karena petugasnya ikut lari juga pas gempa jadi tidak ada yang membunyikan," tutur Sutopo.
(yds/rvk)












































