Saat berbincang dengan wartawan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (2/3/2016), Wapres JK menyesalkan adanya menteri yang membuat kegaduhan. JK menyebut ada seorang menteri koordinator yang bertindak di luar kewenangannya, bahkan menteri itu mengubah nama kementeriannya. Perubahan ini menyalahi Keppres nomenklatur kementerian.
"Kan sudah ada semua sudah ada, itu Keppres tentang tugas masing-masing menteri. Ada pembagian jelas, cuma kadang-kadang ada menteri seenaknya bikin nama-nama yang tidak sesuai dengan di Keppres," kata JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian sebenarnya sudah jelas sekali siapa yang dimaksud JK. Karena hanya ada satu kementerian koordinator yang mengubah nama dari Kemenko Maritim menjadi Kemenko Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia. Rizal Ramli yang masuk menggantikan Menko Maritim sebelumnya yakni Indroyono Soesilo yang mengganti nama tersebut.
Di sejumlah media nasional Rizal Ramli mengungkap alasan penggantian nama kementerian yang dipimpinnya itu. Rizal memandang kata sumber daya perlu ditambahkan karena selain sektor maritim kementerian yang dipimpinnya juga mengkoordinasikan sektor pariwisata, perhubungan, energi dan sumber daya mineral.
Apakah sindiran tajam JK ini juga sebuah sinyal bahwa Presiden tak senang dengan si Rajawali Ngepret? (van/nrl)











































