"Presiden selalu tanya, 'kok ini belum dimasukkan?'. Padahal seharusnya program-program itu direspons lewat kebijakan," kata Teten di kantornya, Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016).
Teten menegaskan, poin-poin yang ada di Nawa Cita adalah rumusan dari janji kampanye Presiden Jokowi dan Wapres JK. Karena itu jajarannya harus menuangkannya dalam kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu karena kami tahu persis apa yang dikehendaki Presiden, kemudian gagasan-gagasan itu kami penuhi. (Kemudian) Presiden membawa dalam ratas. Siklus ini menjadi penting untuk pastikan semua janji penting Presiden," tutur Teten.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menambahkan, presiden sudah menginstruksikan penyusunan anggaran yang harus selaras dengan program.
"Mungkin ada anggaran yang tadinya tersebar ke mana mana kita akan fokuskan. Terus kalau ada gap (kesenjangan, -red) antara Nawa Cita dan penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) kita akan kurangi gap tersebut," ungkap Sofyan.
Β Β Β
(bag/fdn)











































