PKB: Presiden Harus Tegas Terhadap Menteri yang Buat Gaduh!

PKB: Presiden Harus Tegas Terhadap Menteri yang Buat Gaduh!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 03 Mar 2016 10:03 WIB
PKB: Presiden Harus Tegas Terhadap Menteri yang Buat Gaduh!
Daniel Johan (kiri). Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo unhappy dengan adanya menteri yang saling berseteru di ruang publik dan menyebabkan kegaduhan. Wasekjen PKB Daniel Johan berharap Presiden Joko Widodo bersikap tegas agar kabinet tetap solid.

"Presiden harus tegas karena tanpa kesolidan kabinet dan ukuran kinerja yang hakiki, sulit mewujudkan nawacita yang begitu mulia," ungkap Daniel kepada detikcom, Kamis (3/3/2016).

Daniel mengaku prihatin dengan adanya menteri yang saling berseteru di ruang publik, termasuk du media sosial. Tak heran, sebutnya, Presiden Jokowi merasa geram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya bagus memang perlu dimarahi karena menterinya pada bandel. Sesama menteri kok saling menyerang," kata Daniel.

Kegaduhan di Kabinet Kerja menurutnya muncul karena ada salah pandang dalam menyikapi media sosial. Daniel mengatakan saat ini seolah-olah kinerja menteri diukur dari seberapa eksisnya di media sosial atau media massa.

"Kalau bisa trending topic dan menguasai sosmed seakan-akan dianggap baik. Itu membius para menteri untuk berlomba-lomba mengeksiskan diri," tutur anggota Komisi IV DPR itu.

Padahal dinilai Daniel, kinerja yang sejati harus diukur dari pencapaian tupoksi yang diverifikasi dengan fakta dan data di lapangan. Media massa dan sosmed menurutnya memang penting namun dalam konteks sosialisasi program ke masyarakat.

"Itu pun yang berlandaskan tupoksinya. Tapi jangan itu dijadikan ukuran keberhasilan menteri. Bisa gawat karena mendorong para menteri bukannya kerja keras mengejar target pemerintahan Presiden Jokowi," beber Daniel.

"Ada banyak pencitraan di media dan sosmed bahkan ada menteri di ruang kerjanya penuh dengan layar dan setiap hari kerjaannya hanya memantau sosmed dan media," lanjutnya.

Daniel berharap agar Presiden Jokowi bisa menangani kegaduhan yang terjadi di kabinetnya terkait menteri yang saling serang di ruang publik itu. Jokowi disebutnya perlu kembali mengingatkan tugas dan tanggung jawab masing-masing menteri.

"Presiden harus menegaskan bahwa ukuran kinerja adalah tupoksi para menteri yang secara keseluruhan adalah bagaimana mencapai sasaran target pemerintahan Jokowi-JK. Segala masukan dan kritik dari sesama menteri cukup disampaikan dalam rapat kabinet," terang Danie

Sebelumnya pihak Istana menyatakan Jokowi unhappy dengan adanya menteri yang saling serang atau silang pendapat di ranah publik. Termasuk soal menteri yang mendahului keputusan dengan mengatasnamakan dirinya. Ia pun memberi peringatan untuk para pembantu presiden.

"Satu visi dengan Presiden! Prinsip, itu prinsip!" tegas Jokowi, Rabu (2/3). (ear/tor)


Berita Terkait