Oneng Kembali Ajak Masyarakat Tolak Kenaikan Harga BBM
Sabtu, 12 Mar 2005 15:52 WIB
Yogyakarta - Artis Rieke Dyah Pitaloka, pemeran Oneng dalam sinetron komedi "Bajaj Bajuri" kembali mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM. Alasannya, kenaikan harga BBM saat ini tidak menguntungkan siapapun, bahkan semakin menyengsarakan rakyat kecil."Saya heran, ketika ada seorang menteri yang berani menyatakan kenaikan harga BBM itu tidak berpengaruh. Padahal rakyat kecil yang semakin sengsara akibat kenaikan harga BBM itu," kata Rieke dalam acara "Talk Show dan Mimbar Bebas Kesaksian Korban Kenaikan BBM" di halaman Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Sabtu (12/3/2005).Menurut dia, kenaikan harga BBM tidak ada untungnya bagi siapapun. Namun dampaknya dari kenaikan tersebut jelas terasa sekali dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. "Lihat saja, baru rencana BBM mau naik harga kebutuhan sudah mulai naik, setelah itu BBM naik harga kembali naik lagi. Hal itu semakin menyengsarakan rakyat," katanya.Rieke juga mempertanyakan, kenapa ada seorang menteri yang berani menyatakan bila kenaikan BBM itu tidak ada pengaruhnya. Para menteri itu hanya mendapat laporan atau terjun langsung memantau di lapangan tanpa prosedur protokol."Siapapun orangnya akan menyatakan dengan kenaikan harga BBM maka pengeluarannya akan menjadi semakin besar pula. Saya saja terpengaruh, apalagi kiri kanan saya. Saya ikut merasakan kehidupan mereka yang semakin sulit," katanya.Menurut dia, kenaikan harga BBM itu memang bukan langkah yang populis, namun merupakan langkah yang populer bagi negara-negara donor. "Karenanya perlu dipertanyakan, pemerintah ini prorakyat atau pronegara donor," katanya yang langsung disambut tepuk tangan mahasiswa UGM.Mengenai rencana pemerintah yang akan memberikan kompensasi kenaikan harga BBM kepada rakyat miskin dalam bentuk lain, Rieke yang sejak awal kenaikan harga BBM rajin melakukan demo itu mengatakan, kompensasi itu tidak akan sampai dan tepat sasaran.Dia justru mengkhawatirkan terjadinya banyak penyimpangan di lapangan. Janji dana kompensasi itu tidak pasti kejelasannya apakah semua rakyat miskin akan menerima atau tidak.Dalam acara itu, Oneng sempat menanyakan kepada Ny Nur dan Ny Waginem yang ada di sampingnya saat acara berlangsung apakah sudah pernah mendapat bantuan dana kompensasi?Ny Nur dan Ny Waginem yang bekerja bertahun-tahun sebagai buruh gendong di Pasar Beringharjo mengatakan, selama ini mereka tidak pernah mendapat dana kompensasi yang dimaksud. "Membayar uang sekolah saja tidak ada keringanan, ke Puskesmas atau rumah sakit juga tidak ada keringanan," kata mereka.
(tbs/)











































