JK Sebut Putusan MA Soal Golkar Tak Berpengaruh, Munas Tetap Lanjut

JK Sebut Putusan MA Soal Golkar Tak Berpengaruh, Munas Tetap Lanjut

Ferdinan - detikNews
Rabu, 02 Mar 2016 19:36 WIB
JK Sebut Putusan MA Soal Golkar Tak Berpengaruh, Munas Tetap Lanjut
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/Detikcom
Jakarta - Tokoh senior Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menganggap putusan Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Agung Laksono terkait kepengurusan Golkar tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan Munaslub. Munaslub menurut JK harus tetap dilanjutkan.

"Dalam persetujuan Agung dengan Ical yang saya tanda tangan juga itu memang di situ diantisipasi kalau ada seperti itu. Artinya jadi munas itu tetap berlangsung dengan dasar (kepengurusan) Riau atau Bali," ujar JK di kantor Wapres Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (2/3/2016).

JK menyebut munaslub yang direncanakan digelar bulan April mendatang bisa dilakukan dengan dasar kepengurusan Munas Riau yang sebelumnya diaktifkan kembali oleh Menkum HAM Yasonna H Laoly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang munaslub yang akan datang bisa dua dasarnya Riau dengan dasar keputusan Menkum HAM dan juga ada background Bali dengan dasar MA. Tapi yang penting orangnya sama jadi tidak banyak soal dan tetap jalan," imbuh dia.

JK menambahkan, dirinya sudah berbicara dengan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketum Munas Riau untuk memastikan gelaran Munaslub yang punya agenda utama pemilihan ketua umum.

"Tetap (dilanjutkan) saya semalam berbicara dengan Ical tetap jalan tidak akan berubah.
Cuma ya kalau memang itu dasar hukumnya saja yang menjadi dua itu ngga apa-apa lebih kuat lagi," tegas JK.

Diberitakan sebelumnya, MA menolak pengajuan kasasi Agung Laksono atas putusan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Atas putusan ini, maka munas Ancol dinyatakan tidak sah sebagaimana putusan PN Jakut yang dikuatkan putusan banding.

Sementara itu Menkum HAM Yasonna H Laoly menyesalkan keluarnya putusan kasasi oleh Mahkamah Agung yang diajukan Agung Laksono. Putusan ini dianggap bisa membuat ketegangan politik baru dan menjadikan proses islah internal Golkar melalui Munaslub terhambat.

"SK Munas Riau kita aktifkan 6 bulan dengan maksud mengadakan suatu munas islah yang demokratis, rekonsiliatif dan berkeadilan. Kami gembira melihat progress dan kesepakatan yang dibangun oleh teman-teman Golkar. Sudah sangat cair dan bersahabat, ada semangat rekonsiliasi. Kalau sudah ada kesepakatan para pihak, mbok dihargai dong. Kasih waktu berdamai," kata Yasonna dalam keterangannya hari ini.

Namun Ketua DPP Golkar hasil Munas Riau Yorrys Raweyai memastikan Ical akan tetap melaksanakan Munaslub. Namun persiapan Munaslub menurutnya kemungkinan akan lebih lama karena harus menyepakati kepanitiaan dan peserta.

"Aburizal sudah legowo (untuk tidak jadi ketum) berdasarkan keputusan sekarang berarti Munaslub," ujar Yorrys terpisah.

(fdn/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads