Hangatnya Pertemuan Risma dan Yoyok, 2 Kepala Daerah Peraih Bung Hatta Award

Hangatnya Pertemuan Risma dan Yoyok, 2 Kepala Daerah Peraih Bung Hatta Award

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 02 Mar 2016 19:27 WIB
Hangatnya Pertemuan Risma dan Yoyok, 2 Kepala Daerah Peraih Bung Hatta Award
Foto: Zainal Effendi/detikcom
Surabaya - Sejak pagi, banyak tamu dan kegiatan yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Di sela kepadatan itu, Risma menyempatkan menerima kunjungan Bupati Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo, di Balai Kota Surabaya, Rabu (2/3/2016).

Pembicaraan hangat dilakukan kedua kepala daerah yang sama-sama menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015 ini. Dalam pertemuan di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Yoyok banyak bercerita perihal dinamika yang terjadi di kotanya hingga rencana kegiatan.

"Saya datang (ke Surabaya) untuk nyambangi guru saya, mbak Risma (Wali Kota Tri Rismaharini). Itu yang pertama. Dan kedua, saya menyampaikan undangan kepada mbak Risma," ujar Yoyok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Undangan yang dimaksud Yoyok adalah mengharapkan kehadiran Risma untuk hadir dan berbagi ilmu di kegiatan Festival Anggaran yang akan diselenggarakan di Batang, 13 Maret mendatang.

Ia berharap Risma bisa menghadiri kegiatan yang rencananya akan dihadiri kepala daerah (bupati dan wali kota) di kawasan Pantai Utara (Pantura). "Saya ambil hari Minggu. Semoga dari seluruh kesibukan Mbak Risma yang luar biasa, beliau meluangkan waktu dan meringankan langkah untuk bisa berbagi kebaikan dan kesuksesan dengan teman-teman bupati dan wali kota di Pantura. Ini tadi beliau bilang akan hadir," ujarnya dengan nada senang.

Menurut dia, tidak sekali ini dirinya datang berkunjung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selama berkunjung, dia menyebut selalu diterima dengan ramah. Karenanya, dia mengaku heran dengan munculnya kabar yang sempat mencuat bahwa berkunjung ke Pemerintah Kota Surabaya itu susah.

Menurut Yoyok, itu hanya masalah miskomunikasi. "Susahnya di mana? Saya bolak-balik berkunjung ke Surabaya dan selalui ditemui dengan ramah dan bersahabat. Saya dijamu dengan sangat baik. Komunikasi dengan Bu Risma itu tidak sulit. Bagi saya, dalam hal mengutamakan tamu, Bu Risma itu seusai dengan akidah muslim," ujarnya.

Ia pun menceritakan awal pertama kali pertemuannya dengan Risma yang tidak sengaja di Jakarta. Sejak saat itu, Yoyok sering berkunjung ke Surabaya. Bahkan kata dia, cukup dengan kontak telepon, ketika Risma ada waktu bertemu, Yoyok langsung berangkat ke Surabaya dengan menaiki kereta api, Senin (1/3).

"Kalau berita yang kemarin itu saya pikir cuma miskomunikasi saja, jadi nggak usah dibesar-besarkan. Saya yakin tidak ada watak seperti itu di Mbak Risma. Saya udah sering ke Surabaya, bukan sekali ini. Ini tadi meski beliaunya sebenarnya ada kegiatan, kita tetap ngobrol sampai selesai," ujarnya.

Yoyok juga menyampaikan apresiasinya terkait inovasi dan sistem e-government yang digagas Risma. Menurutnya, sistem berbasis "e" yang diterapkan di Surabaya, seperti e-procurement, e-budgeting dan sebagainya, akan sangat bagus bila diambil oleh pemerintah pusat untuk kemudian mewajibkan kabupaten/kota mengaplikasikannya.

"Ini di Surabaya baik (sistem nya), kenapa tidak dijadikan sistem baku. Termasuk juga sistem di kota lain yang juga baik agar pembangunan berjalan lebih baik. Ini kan sudah diakui, celah kebocoran anggaran dan korupsi, bisa dipagari dengan baik," sambung bupati kelahiran 23 April 1972 ini.

Dia mencontohkan, Kabupaten Batang telah mengaplikasikan beberapa sistem yang diambil dari Surabaya. "Batang sudah jalan. Tahun ini mulai e-planning. Itu lho tidak perlu waktu lama. Saya minta sistem dan nggak susah. Tetapi memang, seperti kata Mbak Risma, tinggal bergantung komitmen kepala daerahnya," sambung Yoyok.

Sebelumnya, ketika momen Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 tahun, Wali Kota Tri Rismaharini menandatangani kerja sama E-Goverment lintas perkotaan dengan 14 kepala daerah. Ke-14 daerah yang melakukan penandatanganan lintas kerja sama yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Medan, Pemkot Tebing Tinggi, Pemkot Batam, Pemkot Pekanbaru, Pemkot Depok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Pemkot Kediri, Pemkot Banjarmasin, Pemkot Balikpapan, Pemkab Kotawaringin Timur, Pemkot Palu, Pemkot Makassar dan Pemkab Jayapura.

Pemkot Surabaya membuka pintu lebar-lebar dan tidak keberatan bila keberhasilan dalam mewujudkan good governance dicontoh oleh daerah-daerah lain. "Para Kepala Daerah tertarik bekerja sama dengan kita karena Pemkot Surabaya sudah mendapatkan ISO untuk pengamanan Teknologi Informasi sebagai wujud pakta integritas," ujar wali Kota Risma kala itu.

Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk Pemkot Surabaya memberikan softwere E-Goverment baik itu E-Budgeting sampai perizinan. Bahkan, bila beberapa kepala daerah tersebut membutuhkan training maka Pemkot Surabaya siap mengirimkan tenaga pelatihan. (ze/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads