"Soal gerhana kita akan membuat acara di Benteng Marlborough, nanti ada solat gerhana ada juga teknologi untuk menyaksikan secara aman," kata Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dalam perbincangan dengan wartawan di Hotel Marlborough, Bengkulu, Selasa (1/3/2016) kemarin.
Ridwan Mukti kali ini tengah mengajak para tokoh yang tengah bertandang ke Bengkulu untuk menikmati keindahan pemandangan di atas Benteng Marlborough. Tokoh yang diajak Gubernur antara lain eks Ketua MK Mahfud MD, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Ketua Ombudsman Amzulian Rifai, Ketua KPK Agus Raharjo, dan sejumlah tokoh lain. Mereka baru saja menyaksikan deklarasi dan penandatanganan pakta integritas antikorupsi dan antinarkoba yang dilakukan oleh lebih dari 1.000 pejabat di lingkungan Pemprov bengkulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilihan lokasi di sini karena benteng ini salah satu ikon historis. Ke depan juga akan kita buat banyak even di Bengkulu," sambung Gubernur Bengkulu yang belum lama dilantik ini.
Benteng Marlborough sendiri terletak di pesisir Bengkulu. Benteng bercat putih nan kokoh ini masih terjaga dengan baik, kolam-kolam besar di sekeliling benteng yang dulunya berisi air kini dipenuhi rumput yang sangat rapih. Di dalam benteng, masih banyak meriam peninggalan Inggris yang ditata rapih. Ruangan-ruangan di setiap benteng juga dirawat dan dilabeli sesuai dengan fungsinya kala Inggris menjajah Bengkulu. Pemandangan dari atas benteng ini sangat Indah, pantai Bengkulu yang eksotis dan masih sangat alami terlihat cantik dengan pohok-pohon nyiur yang melambai. Jarak jalan aspal ke pantai juga sangat dekat, kurang lebih mirip seperti di Ancon namun dengan panjang pantai yang sangat lebar.
Dalam catatan sejarah, Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris di Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) pada tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callt sebagai benteng pertahanan Inggris. Benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St George di Madras, India.
Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris Robert Hamilton tewas. Dan kemudian pada tahun1807, residen Thomas Parr uga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.
Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia-Belanda pada tahun 1825-1942, masa Jepang tahun 1942-1945 dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI AD. Hingga tahun 1977 benteng ini diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dipugar dan dijadikan cagar budaya. (van/trw)










































