"Saya ke Ditreskrimsus Polda tadi pagi untuk memberikan kronologi kejadian," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Tata Air Jakarta Pusat Dicky Suherlan saat dihubungi detikcom, Selasa (1/3/2016) sore.
Sebenarnya ia sudah bertemu dengan Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono pada saat penertiban Kalijodo. Pertemuan itu disambung kedatangan polisi ke kantornya untuk berkoordinasi pada Senin (29/2) kemarin. Namun saat itu dia tak berada di tempat sehingga baru bisa memberikan keterangan pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi diskusi seperti siapa yang buang, saya juga enggak tahu. Kalau kira-kira kabel punya siapa juga wallahu'alam. Soalnya waktu kita angkat enggak ada merek, siapa buang juga kita tidak melihat. Takutnya kalau berasumsi, malah salah," jelas Dicky.
Dicky menyerahkan tindak lanjut soal bungkus kabel ini pada polisi, apakah akan mengusut pemilik kabel atau menyasar hal yang lebih besar.
"Kemungkinan kalau melihat Polda, memang akan mengusut. Tapi kami serahkan semuanya ke kepolisian," ucap Dicky.
Gubernur Ahok telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut asal usul sampah itu. Sampah penyumbat got sebelumnya juga ditemukan di kawasan Jl Medan Merdeka pada tahun 2014.
Baca: Ahok Minta Jajarannya Selidiki Temuan Bungkus Kabel di Gorong-gorong (mnb/nrl)











































