Dalam apel pagi ini, panglima menyampaikan bahwa tugas pengamanan KTT OKI adalah tugas kehormatan sekaligus kepercayaan yang mengandung misi diplomatik. Mengingat acara KTT OKI tersebut akan dihadiri kurang lebih 57 negara, sehingga setiap tamu negara harus dijamin keamanannya. Terlebih Indonesia sebagai inisiator dan tuan rumah acara ini.
"Pasukan pengamanan ini harus dimaksimalkan semaksimal mungkin untuk harga diri kita. Saya disini lakukan pengecekan mulai dari ring 1 paspampres, ring 2 dan ring 3 polri," kata Gatot usai apel di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasukan-pasukan yang menyiapkan diri dari berbagai kemungkinan disiapkan. Mulai dari escape, penindak dan pertahanan udara disiapkan. Setiap personel mereka tahu apa yang harus dilakukan dan bertugas di mana, tanggal 3-4 Maret kita coba semuanya," tandas Gatot.
KTT OKI ke-5 akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan. Ada tiga isu utama yang akan dibahas dalam KTT OKI tahun ini yaitu situasi kota suci Al-Quds yang tidak kunjung membaik, negosiasi konteks quarted terhenti sejak Mei 2015 dan isu soal Palestina.
Untuk pengamanan KTT OKI tersebut pasukan TNI yang akan disiagakan sebanyak 10.150 personel dari masing-masing satuan TNI. Seperti dari Koopspam, Kosatgaspam, Satgaspamwil, Kodam Jaya, Kostrad, Kormar, Paskhas, Satgas Hanud, Satgas Passus TNI, Satgas Kodam II/Srw, Satgas Kodam III/Slw, standby force, Kostrad dan Polri.
(rvk/rvk)











































