Tradisi itu akan berlangsung sehari sebelum gerhana matahari total terjadi, 8 Maret 2016. Proses ruwatan bumi tersebut dimaksudkan agar Sang Pencipta menghadirkan cuaca cerah saat momen gerhana. Mereka akan melakukan ritual-ritual khusus di Benteng Kuto Besak sejak pukul 11 Malam hingga pukul 03.00 WIB.
"Saat tanggal 8 nanti, para pelaku tradisi akan melakukan ruwatan bumi, mereka seperti tetua adat dan pawang hujan, ritualnya semalam suntuk. Tradisi ini juga akan diliput secara khusus oleh kantor berita Reuters," tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga kepada detikcom, Senin, (29/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca gerhana, Dinas Pariwisata Palembang bekerjasama dengan pemprov juga akan mempromosikan soal Asian Games 2018 yang akan dihelat di Indonesia, khususnya Palembang. Setelah gerhana, mereka akan menggelar sebuah teatrikal yang menceritakan tentang mitos tentang gerhana matahari total.
"Setelah selesai gerhana, akan ada pementasan mitos gerhana. Matahari akan dimakan ular naga sepanjang 18 meter, itu juga menandakan kami penyelenggara Asian Games 2018. Ada teatrikal, bagaimana gambaran mitos zaman dahulu, sampai perkembangan," sambung Irene.
Irene menambahkan, antusiasme masyarakat Palembang semakin hari semakin tinggi dalam menyambut gerhana 9 Maret nanti. Begitu juga dengan para wisatawan mancanegara, yang rencananya mulai memadati Palembang dan sekitarnya pada tanggal 6 atau 7 Maret mendatang.
"Kemarin dan hari ini baru EO-EOnya saja yang datang untuk memantau lokasi-lokasi mana saja yang akan dikunjungi para turis asing selama di Palembang," imbuhnya. (mad/mad)











































