"Tugas pengamanan KTT OKI adalah tugas kehormatan sekaligus kepercayaan yang mengandung misi diplomatik karena manifestasi kontribusi Indonesia yang akan dihadiri kurang lebih 57 negara Islam," kata Gatot saat pimpin apel di di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).
"Sebagaimana kita pahami bersama bahwa pelaksanaan KTT Luar Biasa OKI yang diinsiatif negara kita dilatarbelakangi perubahan demografi, pemukiman ilegal di Israel timur, dan kemerdekaan Palestina juga tentang tepi barat Yordan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi inisiatif RI adalah inisiatif mulia mengelar KTT OKI luar biasa. Untuk itu tugas yang prajurit emban bukan sekedar tugas rutin biasa, tapi tugas sangat penting tapi bersentuhan langsung dengan kehormatan citra dan nama Indonesia di mata internasional," tandasnya.
"Saya sendiri akan memimpin bersama unsur pengamana baik Pangdam Jaya maupun Kapolda," tegas Gatot.
Berikut instruksi panglima TNI kepada jajarannya:
1. Pahami secara jelas tugas setiap perorangan dan satuan sebagaimana yang direncanakan dalam pengamanan. Yakinkan setiap anggota memahami.
2. Kuasai tugas yang menjadi tanggung jawab baik perorangan maupun satuan dengan kewaspadaan penuh.
3. Laksanakan kordinasi secara ketat, baik intern maupun antar komponen pengamanan, termasuk pengamanan dari kepala negara yang membawa pengamanan.
4. Jangan sekali-kali memberi kompromi terhadap setiap gelagat dan indikasi yg mengundang kerawanan. Waspadai secara cermat setiap langkah antisipasi, terutama terahadap indikasi aksi terorisme.
5. Kedepankan tindakan preventif secara maksimal. Tindakan represif tegas dan jalan terakhir dan jangan ragu-ragu.
6. Laksanakan pengawasan dan pengendalian satgas pengamanan dalam satuan masing-masing.
Usai apel, panglima berkeliling menanyai masing-masing satuan tentang kesiapan anggotanya dan tentang tugasnya dalam pengamanan KTT OKI. (idh/idh)











































