Siapa yang Layak Jadi Ketua SC Munas Golkar?

Siapa yang Layak Jadi Ketua SC Munas Golkar?

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 09:10 WIB
Siapa yang Layak Jadi Ketua SC Munas Golkar?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Penunjukan Nurdin Halid sebagai Ketua Steering Committee (SC) Munas Golkar 2016 menuai penolakan elite parpol tersebut. Wabendum Golkar Bambang Soesatyo menyebut Nurdin Halid adalah tim sukses salah satu calon ketum yakni Idrus Marham yang kini menjabat Sekjen.

"Di pihak Ancol kuat (penolakan), tapi kami di Bali tidak etis (menolak). Kita sih oke-oke saja. Tapi Pak Nurdin kan timses Idrus (Sekjen Golkar Idrus Marham), tapi dicek lagi," kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).

Pihak Ancol yang dimaksud Bambang adalah kubu yang pada tahun 2014 menggelar Munas di lokasi itu dan memilih Agung Laksono. Sementara pihak Bali sebelumnya memilih Aburizal Bakrie (Ical).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang kala itu juga tergabung di pihak Bali, begitu pula Nurdin Halid. Di Munas tersebut Nurdin juga menjadi Ketua Steering Committee.

Pelaksanaan Munas Bali bisa dibilang sebagai pemicu perpecahan Golkar jadi dua kubu. Tetapi kedua kubu itu akhirnya sepakat untuk rekonsiliasi dan menggelar Munas pada pertengahan April mendatang.

Muncul kemudian nama Hajriyanto Thohari yang diajukan beberapa tokoh untuk menggantikan posisi Nurdin Halid. Sosok Hajri yang merupakan mantan Wakil Ketua MPR itu dinilai netral oleh para pengusulnya.

Hajriyanto (Foto: Agung Pambudhy)


Saat Golkar terbelah menjadi dua kubu, Hajri memilih jalan tengah dan menjadi 'Golkar putih'. Hajri juga merupakan kader senior Golkar.

"Saya kira nama Mas Hajriyanto sangat layak dan mumpuni untuk menduduki posisi itu," kata Wasekjen Golkar Ace Hasan.

Nama Hajri diusulkan sudah sejak pekan lalu. Salah satu yang awal mengusulkan adalah Wasekjen Golkar Ahmad Doli Kurnia. Doli juga menyebut nama-nama lain yang menurut dia layak.

"Yang cukup senior, lama, dan berpengalaman menjadi pengurus Golkar cukup banyak, yang bisa disebut seperti Haviz Zawawi, Rambe Kamarulzaman, dan Hajriyanto Thohari," kata Wasekjen Golkar Ahmad Doli Kurnia kepada wartawan, Jumat (26/2).

Bahkan Doli menghendaki adanya voting untuk memilih Ketua SC Munas di rapat pleno. Doli ingin Munas Golkar yang bertujuan untuk rekonsiliasi ini berlangsung netral.

Rambe yang namanya santer disebut sebagai calon Ketua SC, tak mau berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya soal pemilihan Ketua SC Munas ke internal partai.

"Iya itu terserah DPP Golkar. Yang penting kita beraktivitas, kita sukseskan apa pun untuk kepentingan partai. Itu saja sih," kata Rambe saat dikonfirmasi secara terpisah.

Nurdin Halid (Foto: Agung Pambudhy)


Tetapi Nurdin juga sempat menanggapi penolakan atas dirinya. Nurdin menyebut pemilihan dirinya adalah kesepakatan Ical dengan Agung Laksono.

"Oleh karena itu bagi saya yang penting Agung Laksono setuju, Pak Aburizal setuju. Kalau normal boleh aja kita voting. Ini kan rekonsiliasi. Kesepakatan dua kubu. Representasinya Pak AL dan Pak ARB. Beliau-beliau sudah sepakati, semua harus ikut," kata Nurdin di sela Muspimnas Kosgoro di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/2). (bpn/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads