"Tergantung, apakah Yusril bisa yakinkan partai-partai. Tapi saya kira susah bagi Yusril, PBB tak punya kursi di DPRD dan elektabilitasnya baru 6 persen," kata Pengamat Centre For Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes dalam perbincangan, Senin (29/2/2016).
Menurut Arya, usaha meyakinkan partai-partai itu cukup sulit. Terlebih, saat ini posisi Ahok tengah berada di atas angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengatakan sejauh ini masih belum ada calon pesaing yang cukup kuat untuk Ahok. Selain Yusril, Sandiago Uno dan Ahmad Dhani juga dinilai masih punya 'PR berat' untuk dapat mendekati Ahok.
"Hingga kini memang Ahok masih di atas angin, nama-nama yang disebutkan jarak elektabilitasnya masih jauh di bawah Ahok. Mereka bisa naik elektabilitasnya kalau kinerja Ahok buruk. Bila kinerja Ahok baik-baik saja mereka harus kerja keras mengambil hati pemilih,"urai Arya.
"Head to head hanya mungkin terjadi antara blok PDIP dan Gerindra. Itupun kalau PDIP jadi usung ahok," sambung dia.
Yusril sendiri tadi malam bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, mantan Mensesneg ini sudah bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Untuk PDIP, Yusril bertemu dengan Ketua DPD PDIP DKI Boy Sadikin.
"Dengan mundurnya RK dari bursa pencalonan Gubernur DKI, kami tingkatkan penggalangan kekuatan untuk terjadinya head to head melawan petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama," kata Yusril kepada wartawan, Senin (29/2/2016). (imk/imk)











































