"Kami mengirimkan paket bantuan, berupa logistik dan permakanan, Dumlap, matras yang didukung dengan personel Tagana," kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (1/3/2016).
Foto: Dok. Kemensos |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sekali masak Dumlap bisa cukup untuk 750 porsi makanan matang yang semuanya dioperasikan personel Tagana. Dumlap sendiri bisa bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya disesuaikan kebutuhan," tandasnya.
Khofifah juga sempat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Galpenan. Dia mengingatkan perlunya ada kerjasama penanganan pasca tanggap darurat dengan kementerian/lembaga, misalnya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Pemda, serta potensi masyarakat.
Foto: Dok. Kemensos |
Kemensos sendiri telah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penyediaan tablet anti penyakit yang ditimbulkan dari kencing tikus atau dikenal dengan virus atau bakteri leptospirosis.
"Belajar dari banjir di tempat yang sama pada 2013 yang menewaskan 9 orang disebabkan virus leptospirosis dengan masa inkubasi sangat singkat 1-3 hari dan merupakan korban tertinggi di dunia," ujar Khofifah.
"Segenap warga diajak berburu tikus agar tidak menyebarkan virus leptospirosis dan berkoordinasi dengan Kemenkes agar mendrop tablet pencegahan karena memang tidak banyak stok tersedia di apotik," sambungnya.
ย Untuk mengantisipasi banjir terjadi, tentu diperlukan 155 embung (penampungan air) dan saat ini baru ada 31 atau baru 80 persen, sehingga masih kurang 124 embung. Selain itu, alih fungsi lahan harus diperketat, baik untuk perumahan, industri, serta bangunan lainnya. Juga, merubah pola hidup warga lebih sehat dan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. (imk/imk)












































Foto: Dok. Kemensos
Foto: Dok. Kemensos