"Setelah pleno, jadi setelah memutuskan harinya kapan (munas), pesertanya siapa, itu momentum yang tepat untuk saya menyatakan diri kepada publik untuk maju," ungkap Priyo dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (29/1/2016).
Sayangnya Priyo masih merahasiakan tanggal pasti mengenai rencana deklarasi itu. Hanya saja Golkar berencana akan menggelar Rapat Pleno pada Rabu (2/3) mendatang. Sementara itu untuk tempat, ia bersedia membocorkannya sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo pun mengaku sudah mendapat dukungan dari sejumlah Ketua DPD I dan DPD II. Ia yakin mendapat banyak suara mengingat sebelumnya Priyo sudah pernah menjadi kandidat caketum saat Munas sebelumnya.
"Saya sudah menjalankan ini sejak setahun lalu, apalagi pada saat itu saya juga kandidat. Kalau (caketum) yang lain kan baru-baru ini saja," tutur Priyo.
"Saya meng'on'kan kembali komunikasi kepada DPD I dan DPD II dan apresiasinya bagus makanya saya memutuskan untuk maju," imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itu.
Dari komunikasi dengan DPD I dan DPD II, Priyo mengaku mendapat sambutan positif. Meski sempat gagal menjadi Ketum Golkar dalam Munas Bali, dukungan dari daerah kepadanya masih terus ada.
"Dari DPD I dan II gayung bersambut, mereka percaya saya siap lahir batin untuk maju sebagai nahkoda Golkar," tegas Priyo.
Untuk strategi dalam Munas nanti, Priyo lebih memilih bermain halus. Ia tidak mau ikut terjebak dalam permainan jegal-menjegal antar-caketum partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
"Saya silent dulu, saya membiarkan mereka. Saya tidak mau ikutan serang sana sini," tutup Priyo. (ear/imk)











































