"Harus netral, dan pasti beliau tahu itu. Waktu komunikasi dengan saya beliau mengajak harus netral. Kita memberikan fasilitas bagi seluruh kader," ungkap Amali di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Amali pun yakin tak akan ada money politic dalam Munas Golkar yang akan diselenggarakan pada April mendatang. Dia percaya para caketum Golkar tidak akan berani berbuat curang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal money politics dengan biaya administrasi disebutnya merupakan dua hal yang berbeda. Amali mengaku belum mendapat informasi terkait adanya transaksional dalam proses Munas Golkar.
"Saya sendiri belum dapat (informasi) secara langsung. Tapi kalau disediakan makan, dikasih transport itu biasa lah. Itu ada. Tapi tidak seperti, sesama tim psy war," ucapnya.
Meski secara resmi belum diputuskan, tim penyelenggara disebut Amali sudah berkomitmen untuk menggelar munas yang resmi. Bersama ketua penyelenggara Theo Sambuaga, Amali akan mencari solusi untuk menghindarinya.
"Tapi penyelenggara sudah ada cara apalagi Theo Sambuaga beliau kan kader senior yang sudah lama. Pasti ada cara," tuturnya.
Soal tim sukses para caketum Golkar, kata Amali, panitia penyelenggara juga akan memberikan pengawasan. Sementara itu apakah benar Nurdin merupakan timses dari Sekjen Golkar Idrus Marham, belum diakui secara langsung.
"Semua timses ada perwakilannya dan dia ditempatkan dalam satu kelembagaan yang mengawasi. Masing masing tim, tiga perwakilan mereka bersatu dan mengawasi kandidatnya masing-masing," jelas Amali.
Sejumlah politisi Golkar menolak Nurdin Halid sebagai Ketua SC yang telah ditunjuk dalam rapat harian. Amali menilai itu hanya sekedar masukan belaka.
"Bukan penolakan, ini kan lebih banyak masukan dari pengurus DPP pelaksanaan Munas yang akan datang lebih diharapkan sesuai SK Menkum HAM agar demokratis berkeadilan. Tapi itu masukan saja," tukas anggota Komisi I DPR itu.
Jika Nurdin menjadi SC, sejumlah pihak khawatir kekisruhan akan kembali terjadi seperti di Munas Bali yang berujung pada perpecahan internal Golkar. Di Munas Bali, Nurdin juga bertugas sebagai Ketua SC.
"Saya kira suasana di Bali dengan yang akan kita lakukan ke depan jauh berbeda. Saya lihat dalam perkembangan terakhir pak Nurdin lebih akomodatif," bela Amali.
Sebelumnya Bamsoet menyebut Nurdin Halid merupakan timses Idrus Marham. Bamsoet sendiri merupakan tim sukses Ade Komarudin yang disebut-sebut akan maju mencalonkan diri dan bertanding di Munas Golkar.
"Di pihak Ancol kuat, tapi kami di Bali tidak etis (menolak). Pak Nurdin kan timses Idrus, tapi dicek lagi," beber Bamsoet, Senin (29/2). (ear/tor)











































