Chairman APRC Bertemu Wapres JK Bahas Solusi Laut China Selatan

Chairman APRC Bertemu Wapres JK Bahas Solusi Laut China Selatan

Ferdinan - detikNews
Senin, 29 Feb 2016 15:09 WIB
Chairman APRC Bertemu Wapres JK Bahas Solusi Laut China Selatan
Wapres JK dan Chairman APRC Surakiart Sathirathai (Foto: Ferdinan/detikcom)
Jakarta - Chairman Asian Peace and Reconciliation Council (APRC) Surakiart Sathirathai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Keduanya membicarakan solusi sengketta Laut China Selatan.

"Kami bertukar pikiran mengenai bagaimana upaya APRC dapat terlibat membantu mengurangi ketegangan di Laut China Selatan. Isu yang kami diskusikan mengenai kerja sama ekonomi seperti pembangunan di sektor minyak dan gas," ujar Sathirathai usai pertemuan di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).

APRC menilai Indonesia punya posisi penting terlibat dalam mengupayakan solusi sengketa Laut China Selatan. Kepemimpinan JK sebagai anggota APRC juga dianggap punya tingkat penerimaan baik di negara-negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wapres JK dapat berperan. Kami juga memberitahukan kepada negara sahabat seperti AS dan negara-negara Eropa mengenai solusi menciptakan kedamaian di Laut China Selatan," imbuh Sathirathai.

Sementara itu JK mengatakan dialog untuk mengatasi konflik wilayah Laut China Selatan memang harus dilakukan. Sebab Laut China Selatan menjadi akses penting dalam ekspor-impor.

"Begini kita percaya pandangan China presiden Xi Jinping. Bahwa China itu negara industri yang pasti ingin memperlancar perdangan ekspor impornya. Kalau ingin memperlancar ekspor impornya itu pasti tentu jalur pelayaran kan damai. Menurut saya China bukan tujuannya untuk menguasai wilayah itu secara kekuatan, pasti tidak. Karena jalur itu damai, kalau tidak damai gimana ekspor impornya?," papar JK.

Karena itu kekayaan alam di wilayah tersebut harus diekspolrasi dengan kerja sama negara-negara terkait. "Di situ mungkin ada kekayaan alam yang ingin dieksplorasi karena itu jalan yang terbaik ialah bekerja bersama-sama eksplorasi di situ," imbuh JK. (fdn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads