"Kami bertukar pikiran mengenai bagaimana upaya APRC dapat terlibat membantu mengurangi ketegangan di Laut China Selatan. Isu yang kami diskusikan mengenai kerja sama ekonomi seperti pembangunan di sektor minyak dan gas," ujar Sathirathai usai pertemuan di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).
APRC menilai Indonesia punya posisi penting terlibat dalam mengupayakan solusi sengketa Laut China Selatan. Kepemimpinan JK sebagai anggota APRC juga dianggap punya tingkat penerimaan baik di negara-negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu JK mengatakan dialog untuk mengatasi konflik wilayah Laut China Selatan memang harus dilakukan. Sebab Laut China Selatan menjadi akses penting dalam ekspor-impor.
"Begini kita percaya pandangan China presiden Xi Jinping. Bahwa China itu negara industri yang pasti ingin memperlancar perdangan ekspor impornya. Kalau ingin memperlancar ekspor impornya itu pasti tentu jalur pelayaran kan damai. Menurut saya China bukan tujuannya untuk menguasai wilayah itu secara kekuatan, pasti tidak. Karena jalur itu damai, kalau tidak damai gimana ekspor impornya?," papar JK.
Karena itu kekayaan alam di wilayah tersebut harus diekspolrasi dengan kerja sama negara-negara terkait. "Di situ mungkin ada kekayaan alam yang ingin dieksplorasi karena itu jalan yang terbaik ialah bekerja bersama-sama eksplorasi di situ," imbuh JK. (fdn/hri)











































