Langkah itu diharapkan mampu meminimalisasi ancaman banjir ketika hujan deras yang bertepatan dengan pasangnya air laut. Banjir saat ini merendam ribuan rumah di 14 Kecamatan dan 13 desa dengan ketinggian air bervariasi.
"Sampang itu daerahnya rendah, jika hujan sebentar saja dan laut pasang pasti banjir," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat perjalanan meninjau banjir di Sampang kepada detikcom, Sabtu (28/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat geografis Sampang yang rendah itu, kata Gus Ipul, tidak bisa jika dilakukan pengerukan saja di Sungai Kali Kemuning yang selalu meluap tersebut.
Dengan adanya pintu gerak, kata Gus Ipul, akan mampu membendung air laut yang sedang pasang meluap ke permukiman penduduk.
"Tidak cukup dikeruk saja, apalagi sungai itu di bagian hilirnya sempat begitu," kata Gus Ipul.
Untuk penanganan banjir saat ini, Gus Ipul menyatakan bahwa sebagaian besar warga yang kebanjiran tidak mau mengungsi sehingga aparat gabungan akan keliling untuk mendisribusikan makanan maupun selimut serta kebutuhan lainnya.
BPBD, kepolisian, TNI, Dinsos Jatim maupun Kementerian Sosial sudah turun tangan untuk mengatasi warga yang kebanjiran tersebut.
"Saya juga akan minta bantuan Marinir untuk dikerahkan membantu droping bantuan ke rumah-rumah warga. Nanti setiba di Surabaya saya akan koordinasi lebih lanjut," kata Gus Ipul.
(gik/ega)











































