"Banjir kali ini sepertinya paling parah," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kepada detikcom, Sabtu (28/2/2016).
Gus Ipul saat dihubungi sedang dalam perjalanan ke Sampang untuk memantau penanganan pengungsi dilakukan secara baik termasuk tentang penanganan Sungai Kali Kemuning dua tahun terakhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir yang selalu terjadi akibat luapan sungai Kalikemuning ini menggenangi rumah-rumah warga hingga ketinggian 2 meter di sejumlah lokasi sejak Jumat (27/2/2016).
Dari catatan detikcom dari berbagai sumber, banjir memang terjadi rutin di Sampang akibat luapan Sungai Kali Kemuning ketika hujan deras yang bersamaan dengan pasangnya air laut itu.
Pada Tanggal 20 Februari 2012, selain menggenangi ribuan rumah, banjir yang terjadi melumpuhkan aktivitas sejumlah gedung pendidikan, seperti SMP Abu Rasad di Desa Pasean, SMP VI di Jalan Imam Bonjol, SDN I Dalpenang di Jalan Imam Bonjol, dan SMK Negeri I di Jalan Syuhada.
Banjir yang melanda wilayah Sampang itu merupakan kali kedua dalam Februari. Pada tanggal 8 Februari banjir juga menggenangi ribuan rumah warga di wilayah itu dengan penyebab yang sama.
Permukiman penduduk yang paling parah direndam banjir di Desa Panggung. Banjir di jalan raya antara 1 meter hingga 1 setengah meter.
Bulan Desember 2013, terjadi tiga kali banjir dengan ketinggian air antara 40 cm sampai 1 meter lebih. Banjir itu mengakibatkan fasilitas umum yang rusak dan sektor perekonomian warga macet total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang saat itu mencatat, kerugian akibat banjir mencapai Rp 8,7 miliar lebih.
Kemudian pada Januari 2014, luapan sungai Kali Kemuning juga terjadi. Banjir pada 6 Januari 2014 itu merupakan kali keempat, sepanjang Desember 2013 hingga Januari 2014.
9 Februari 2015, banjir juga melumpuhkan lima titik di pusat kota Sampang. Penyebabnya selalu sama, meluapnya Sungai Kalikemuning akibat hujan deras yang mengguyur.
Kelima titik yang tergenang banjir itu masing-masing terpantau Jalan Suhadak, Jalan Melati, Mawar, Dusun Tasean, dan Desa Panggung. (ugik/ega)











































