"Kalau saya jadi ketua umum nanti, Ketua Umum Partai Golkar tak secara otomatis menjadi calon presiden, tak otomatis jadi calon wakil presiden di 2019, karena paradigmanya beda," kata Idrus di sela Muspimnas Kosgoro 1957 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/2/2016).
Idrus berargumen bahwa bila seseorang sudah duduk di bangku Ketum Golkar, maka jangan sampai berhasrat ke jabatan lebih tinggi lagi. Karena, menurut dia, bisa menimbulkan gesekan di internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Idrus, Ketum Golkar dipilih oleh DPD I dan II partai itu saja. Sementara seorang presiden dan wapres dipilih oleh seluruh masyarakat Indonesia. (bpn/dnu)











































