Peluncuran prangko seri gerhana ini diresmikan Menkominfo Rudiantara di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/2/2016). Rudiantara menandatangani sampul hari pertama seri gerhana matahari total.
"Di Indonesia sangat mengapresiasi momentum. Bukan hanya sekadar mengeluarkan prangko, di balik itu ada hikayat, ada ilmu, ada teknologi. Apa yang sebenarnya terjadi saat gerhana," ujar Rudiantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sementara itu, Direktur Ritel dan dan Properti PT Pos GNP Sugiarta Yasa mengatakan prangko khusus ini direncanakan sejak tiga bulan lalu. Ada tiga keping prangko yang gambarnya berbeda satu sama lain.
"Gambarnya proses mulai dari akan terjadi gerhana, saat gerhana total terjadi dan saat gerhana selesai. Dihubungkan dengan Mitos mengenai gerhana di Indonesia," ujar Sugiarta.
PT Pos mencetak sekitar 300 ribu keping prangko dengan harga per keping Rp 3.000 hingga Rp 9.000 untuk satu seri. Sementara untuk sampul pertama seri gerhana, dicetak secara terbatas yaitu 3.000 lembar dengan harga Rp 12 ribu per lembar.
"Mulai hari ini warga bisa membelinya di kantor pos terdekat," kata dia.
Sugiarta mengatakan prangko seri gerhana total bukan kali pertama dibuat PT Pos. "Kalau tidak salah ada empat hingga lima. Yang terakhir seri prangko gerhana total tahun 1986," ungkapnya.
Pada saat launching prangko seri gerhana matahari total, Rudiantara sempat menandatangani souvenir sheet seri prangko dari para tamu undangan. Mereka antre untuk mendapatkan tanda tangan menteri. "Nanti bulan depan harganya mahal ini prangko yang ada tandatangan menterinya," seloroh Rudiantara. (ern/tor)












































