"Di sini saya mengajak Ketua Bawaslu Muhammad, bukan berarti agar Syarikat Islam jadi parpol lagi. Justru untuk mengawasi agar SI tak jadi parpol. Dia mengurus 12 parpol saja kesulitan, apalagi mau ditambah lagi. Pokoknya tolak SI jadi parpol agar kembali ke khittah SI," ujar JK di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2016).
Maksud JK bukan berarti menghalangi kader SI memiliki wadah berpolitik, tetapi justru agar organisasi tersebut kembali ke semangat awalnya. Syarikat Islam sebelumnya bernama Syarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan H Samanhudi pada 1905.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya membaca semangat SI tujuannya yang pertama tadi juga disampaikan ialah mengembangkan jiwa dagang karena pada waktu itu perdagangan dikuasai pengusaha besar Belanda dan Tionghoa. Kalau kita kembalikan dewasa ini, relevan lagi semangat itu dikembangkan," kata JK.
Tetapi seiring perjalanan organisasi itu, SI lalu berubah menjadi parpol dengan nama PSII. JK lalu menyebut perubahan ini justru memperkecil semangat perjuangan SI.
"SI kemudian jadi PSII, bukan PSSI lho. Ini mengecilkan perjuangan SI menjadi hanya politik, walau pun politik itu juga penting," ujar dia. (bpn/tor)











































