"Forki berhasil memberikan sumbangsih, harumkan negara lewat prestasi. Olahraga ini bisa membentuk generasi muda berkualitas. Maka hilangkan egosentris sektoral," ujar Gatot di lapangan sepakbola Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2016).
Dalam kesempatan ini, Gatot ditemani Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman, Asisten Teritorial Panglima, Mayjend TNI Wiyarto dan Asisten Perencanaa Umum Panglima TNI Laksda Agung Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim Indonesia sebelumnya tak pernah meraih medali, tapi 2015 sekaligus penyelenggara kita bisa peroleh 4 medali emas. Ini suatu prestasi dunia dan menjadi kebangkitan Forki ke depan karena masih ada kesempatan untuk meraih prestasi di Olimpiade Jepang," tutur eks Kepala Staf TNI AD itu.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Gashuku Nasional dan Rakernas Forki. (Hardani/detikcom) |
Lalu, dengan Gashuku yang dimulai hari ini diharapkan atlet karate bisa lebih siap dalam melakukan pelatihan. Pelaksanaan Gashuku bersama dengan di Mabes TNI diharapkan bisa meningkatkan persiapan atlet.
"Kita laksanakan Gashuku ini karena bisa belajar dan bermalam. Jadi, bukan untuk latihan karate saja. Tapi, pengalaman untuk penyemangatan bersama," tuturnya.
Adapun kegiatan Gashuku Nasional dan Rakernas Forki ini diikuti 25 perguruan dan 34 pengurus provinsi. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi atlet. (hty/aws)












































Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Gashuku Nasional dan Rakernas Forki. (Hardani/detikcom)