Buka Rakernas Forki, Panglima TNI: Raih Prestasi di Olimpiade Jepang

Buka Rakernas Forki, Panglima TNI: Raih Prestasi di Olimpiade Jepang

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2016 08:44 WIB
Buka Rakernas Forki, Panglima TNI: Raih Prestasi di Olimpiade Jepang
Foto: Hardani Triyoga/detikcom
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Gashuku Nasional dan Rakernas Forki. Selaku Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Forki, Gatot mengingatkan pentingnya seni beladiri sebagai olahraga yang menghasilkan prestasi untuk persatuan bangsa.

"Forki berhasil memberikan sumbangsih, harumkan negara lewat prestasi. Olahraga ini bisa membentuk generasi muda berkualitas. Maka hilangkan egosentris sektoral," ujar Gatot di lapangan sepakbola Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2016).

Dalam kesempatan ini, Gatot ditemani Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman, Asisten Teritorial Panglima, Mayjend TNI Wiyarto dan Asisten Perencanaa Umum Panglima TNI Laksda Agung Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menambahkan olahraga seni beladiri, terutama karate harus dibangkitkan. Sebab menurutnya dalam jangka panjang mesti ada target yang lebih baik, yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Apalagi di tahun 2015, atlet karate Indonesia meraih prestasi dengan mendulang medali emas yang salah satunya di kejuaraan karate (SEAKF) Karate Championship 2015 di Vientine, Laos. Kemudian, tim karate Indonesia meraih emas di Kejuaraan Dunia Karate Junior Ke-9 di BSD, Serpong, Jawa Barat.

"Tim Indonesia sebelumnya tak pernah meraih medali, tapi 2015 sekaligus penyelenggara kita bisa peroleh 4 medali emas. Ini suatu prestasi dunia dan menjadi kebangkitan Forki ke depan karena masih ada kesempatan untuk meraih prestasi di Olimpiade Jepang," tutur eks Kepala Staf TNI AD itu.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Gashuku Nasional dan Rakernas Forki. (Hardani/detikcom)


Lalu, dengan Gashuku yang dimulai hari ini diharapkan atlet karate bisa lebih siap dalam melakukan pelatihan. Pelaksanaan Gashuku bersama dengan di Mabes TNI diharapkan bisa meningkatkan persiapan atlet.

"Kita laksanakan Gashuku ini karena bisa belajar dan bermalam. Jadi, bukan untuk latihan karate saja. Tapi, pengalaman untuk penyemangatan bersama," tuturnya.

Adapun kegiatan Gashuku Nasional dan Rakernas Forki ini diikuti 25 perguruan dan 34 pengurus provinsi. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi atlet. (hty/aws)


Berita Terkait