Menlu Malaysia: Wajar, Kapal Perang RI dan Malaysia di Ambalat
Jumat, 11 Mar 2005 21:21 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Syed Hamid Albar menyatakan, kehadiran kapal perang Malaysia dan Indonesia di perairan Ambalat yang menjadi sengketa perbatasan kedua negara itu jangan ditafsirkan sebagai konflik antara Indonesia dan Malaysia."Adalah yang wajar dan biasa kapal-kapal perang kedua negara melakukan patroli di kawasan Zona Ekonomi Ekslusif yang saat masih menjadi sengketa," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Jumat (11/3/2005) di Malaysia."Yang terpenting adalah kedua negara harus memastikan kehadiran kapal bukan untuk saling menembak," Syed Hamid kepada wartawan sekembalinya dari Jakarta seperti yang dikutip Bernama. Syed Hamid datang ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan Menlu Asean-Uni Eropa serta bertemu pejabat Indonesia untuk mencari jalan penyelesaian terhadap isu perbatasan.Syed Hamid tidak bepikir kapal-kapal perang yang melakukan berada di Ambalat dan melakukan patroli bertujuan untuk memamerkan kekuatan militer masing-masing negara."Itu bukan tindakan untuk unjuk kekuatan tetapi masing- masing ingin melindungi wilayahnya sendiri," katanya.Syed Hamid menyatakan, saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah diambil kesepakatan untuk mengentikan isu-isu negatif yang dapat memperuncing masalah.Syed Hamid meminta rakyat dan media di Malaysia tidak memberi reaksi berlebihan terhadap laporan media di Indonesia yang dianggapnya terlalu keras. "Presiden SBY memuji media Malaysia karena membuat laporan secara bertanggungjawab tentang isu ini," tandasnya."Kita bisa marah tapi media di Malaysia telah bertindak dengan bertanggungjawab. Kita sudah biasa dengan isu pertikaian maritim atau perbatasan. Ini bukan sesuatu yang luar biasa, ini berlaku sepanjang masa, tapi janganlah sampai mencetuskan perang," kata Syed Hamid.
(mar/)