Suara Keluarga Ridwan Kamil: Antara Maju atau Tidak di Pilgub DKI

Jelang Pilgub DKI

Suara Keluarga Ridwan Kamil: Antara Maju atau Tidak di Pilgub DKI

Avitia Nurmatari - detikNews
Jumat, 26 Feb 2016 16:54 WIB
Suara Keluarga Ridwan Kamil: Antara Maju atau Tidak di Pilgub DKI
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Bandung, - Keluarga menjadi prioritas Ridwan Kamil dalam memutuskan apakah akan melaju di Pilgub DKI atau tetap di Kota Bandung.

Sang istri Atalia Praratya mengaku mendukung penuh apa yang akan menjadi keputusan suaminya itu. Namun berbeda dengan anak-anaknya, mereka hanya ingin pria yang karib disapa Emil itu kembali menjadi seorang Arsitek.

"Istri saya mah pasti ikut kemana saya pergi. Kalau anak enggak setuju, baru diceritain saja sudah bilang, tidak!" ungkap Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (26/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keputusan Senin besok, Emil juga mempertimbangkan masukan-masukan dari keluarganya. Menurutnya suara keluarga adalah prioritas.

"Karena berpindah pindah-pindah tempat juga kan membutuhkan pengorbaan keluarga . Jadi saya dengerin pendapat anak-anak saya, istri dan ibu saya juga gimana," bebernya.

Dihubungi terpisah, istri Emil, Atalia Praratya mengungkapkan dukungannya kepada Emil. Apapun keputusannya sebagai istri, ia akan manut pada suaminya itu.

"Saya mah dukung bapak di manapun. Sama saja, semua juga buat warga Indonesia," kata Atalia kepada detikcom melalui aplikasi pesan.

Atalia juga membenarkan bahwa kedua anaknya tidak menginginkan ayahnya untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta.

"Kalau anak-anak mah maunya bapaknya jadi arsitek saja," katanya.

Suara anak Emil sama dengan mayoritas suara warga Kota Bandung yang diklaim Emil tidak setuju Ia ma menjadi Gubernur DKI. Dari 'survei' yang dilakukannya, 90 persen warga menyatakan menolak, 10 persen lainnya mendukung.

"Warga yang gak setuju karena mereka merasa sudah cocok sama saya. Kalau yang mendukung itu lawan politik saya yang sekarang semangat banget mendukung ke Jakarta. Oh ternyata puya calon wali kota yang sudah dipegang," ucapnya.

Emil juga mempertimbangkan jiga sudah bertarung di Pilgub DKI lalu kalah, sudah tidak mungkin lagi kembali ke Kota Bandung.

"Kalu gagal ke Jakarta pasti ga bisa balik lagi. Malu atuh," pungkasnya. (avn/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini