Lonceng Gereja & Hening Tandai Setahun Bom KA Spanyol

Lonceng Gereja & Hening Tandai Setahun Bom KA Spanyol

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2005 16:31 WIB
Jakarta - Setahun sudah berlalu dari tragedi berdarah pengeboman kereta api di Madrid, Spanyol yang merenggut 191 nyawa manusia. Peringatan ini ditandai dengan bunyi lonceng gereja dan hening sejenak.Sekitar 650 gereja di Madrid membunyikan lonceng gereja selama 5 menit mulai pukul 07.37 waktu setempat. Tepat pada saat itulah, setahun yang lalu, 10 bom mulai meledak pada 4 kereta yang membawa para pekerja yang hendak menuju kantor.Selain lonceng gereja, warga Spanyol juga hening sejenak selama 5 menit. Demikian dilaporkan Reuters, Jumat (11/3/2005).Derai air mata dan isak tangis pilu terdengar menyayat hati. Beberapa orang menyalakan lilin dan meletakkan karangan bunga di lokasi-lokasi pengeboman di Stasiun KA Atocha, El Pozo, dan Santa Eugenia.Di Stasiun KA Atocha, lokasi pengeboman 2 kereta, Walikota Madrid Alberto Ruiz-Gallardon turut menghadiri peringatan setahun tragedi tersebut. Dia bergabung dengan warga yang berkabung.Pengamanan diperketat untuk menjaga acara peringatan tersebut. Ribuan petugas polisi dikerahkan di jalan-jalan. Bahkan sebuah pesawat pengawas Airborne Warning and Control System (AWACS) milik NATO diluncurkan untuk melakukan patroli wilayah udara Spanyol.Luka PsikologisNamun tidak semua yang bersedih hati mau mengikuti peringatan tersebut. Terutama mereka yang menjadi saksi kejadian karena trauma. Menurut Inspektur KA Francisco Javier Zamarra, seorang rekan kerjanya yang menyaksikan insiden tersebut masih terguncang hingga sekarang."Dia tidak mau ada di sini. Saya mencoba membantunya untuk mengatasi rasa syok dan trauma itu. Ini merupakan cobaan yang berat selama 365 hari. Apalagi hari ini pastilah sangat berat rasanya," kata Zamarra di Madrid.Selain korban meninggal dunia sebanyak 191 orang, lebih dari 2.000 orang terluka akibat ledakan bom tersebut. Kebanyakan di antara korban luka masih menderita luka psikologis hingga sekarang.Pemerintah menyalahkan gerakan separatis Basque ETA atas serangan bom tersebut. Serangan itu terjadi 3 hari sebelum digelarnya Pemilihan Umum Spanyol.Sebanyak 75 orang ditangkap dan diinvestigasi, kebanyakan adalah penduduk asli Moroko. Sebanyak 25 orang di antaranya masih berada di bui hingga sekarang. Dari 25 orang tersebut, 17 orang di antaranya menunggu persidangan, 33 orang lainnya sudah dibebaskan. (sss/)


Berita Terkait