Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pengangkatan seseorang menjadi dubes merupakan hal yang sangat dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi. Terlebih dubes merupakan representasi negara di luar negeri.
"Pengangkatan seseorang menjadi duta besar, dan duta besar itu kan menjadi representasi negara di luar negeri. Tentunya dengan pertimbangan yang cukup matang dengan kapabiltas yang ada," ujar Pramono Anung di Kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu yang disebut pasti Helmy Fauzy. Helmy Fauzy itu memang menjadi relawan Seknas. Tapi kalau melihat track record Helmy Fauzy, dia dua periode menjadi anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi PDIP. Dan dia memang mempunyai kapabilitas dan kapasitas di situ. Dan Helmy Fauzy dari dulu memang keinginannnya menjadi duta besar, bukan menjadi relawan," jelas Pramono.
Pramono menegaskan, penunjukkan Helmy tersebut sesuai dengan kapabiltas dan kapasitasnya. Bahkan Pramono menyebut Helmy termasuk salah satu dubes yang memiliki ranking yang bagus.
"Bahwa kemudian dia menjadi relawan membantu Presiden memenangkan (Pilpres), itu hanya bagian kecil saja. Tetapi yang paling jelas memang, Presiden dalam mengangkat seseorang tentunya kapabilitas, kapasitas dan juga terbukti dalam fit and propert test di DPR. Helmy termasuk rankingnya tinggi," kata Pramono.
Pramono juga menambahkan, begitu menjadi dubes, Halmy kini sudah tidak lagi menjabat di Seknas. Helmy harus fokus dengan tugas barunya sebagai Dubes Luar Biasa di Mesir.
"Begitu seseorang atau siapapun sudah mendapatkan mandat atau jabatan yang diberikan oleh Presiden atas kedudukan tersebut, pasti dia akan konsentrasi atas jabatannya," kata politisi PDIP ini. (jor/hri)











































