Pawai Ogoh-Ogoh Generasi Baru

Pawai Ogoh-Ogoh Generasi Baru

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2005 08:09 WIB
Bali - Pawai Ogoh-ogoh kerap dilaksanakan sehari menjelang Hari Raya Nyepi. Begitu pun untuk Tahun Baru Saka 1927 ini. Itu merupakan cara Umat Hindu melakukan Upacara Bhutayadnya atau Mecaru. Kali ini banyak kreasi Ogoh-ogoh dari kalangan muda.Filosofi ogoh-ogoh di Bali muncul pada awal tahun 1980. Namun arakan ogoh-ogoh pada saat itu tidak tercantum dalam lontar (kitab) agama Hindu.Pawai ogoh-ogoh muncul dari kreatifitas pemuda untuk merayakan malam pengerupukan (Upacara Bhutayadnya). Sebelumnya upacara ini hanya dilakukan dengan pawai obor dan bunyi-bunyian dari kentongan atau benda lainnya.Pawai dan bunyi-bunyian ini diarak keliling desa dan halaman rumah warga. Ritual pengerupukan ini untuk membangkitkan Bhuta Kala (energi negatif atau keburukan) dan mengusirnya lalu dinetralisir.Dengan kreatifitas generasi muda saat ini wujud Bhuta Kala itu dipresentasikan dalam bentuk ogoh-ogoh yang berwajah raksasa seram. Namun ada juga yang bentuknya nyeleneh atau unik seperti yang terjadi pada 2 tahun lalu ada bentuk penyanyi dangdut Inul daratista dan tersangka bom Bali Amrozi. Pawai ogoh-ogoh dilaksanakan di seluruh desa di Bali. Bentuk ogoh-ogoh menyerupai raksasa. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Ogoh-ogoh diarak keliling desa. Pawai ini biasanya dipadati ribuan warga dan wisatawan domestik maupun mancanegara. Biasanya setelah diarak, ogoh-ogoh dibakar dilapangan di alun-alun desa. Untuk di kuta, biasanya pawai ini dilombakan. Jumlah pesertanya mencapai belasan. peserta berasal dari berbagai banjar (dusun) di desa adat Kuta. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads