Ahok Nyaris 'Digondol' PDIP

Jelang Pilgub DKI

Ahok Nyaris 'Digondol' PDIP

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 26 Feb 2016 11:46 WIB
Ahok Nyaris Digondol PDIP
Foto: Repro dari situs temanahok.com
Jakarta - Jauh sebelum PDIP siap mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI, relawan Teman Ahok sudah bekerja mengumpulkan KTP dukungan untuk maju lewat jalur independen. Kini sang calon gubernur DKI incumbent memberi sinyal maju lewat PDIP, Teman Ahok pun tak rela.

Rasa takut ditinggal Ahok itu terlihat jelas dalam pernyataan-pernyataan relawan setelah Ahok memberi sinyal maju lewat PDIP. Dalam pernyataan tersebut sangat jelas Teman Ahok ingin menjaga Ahok tetap maju lewat jalur independen.

"Sikap kami, Teman Ahok, sebelum keputusan tersebut final adalah tetap mengupayakan Pak Ahok maju lewat jalur independen. Bukannya kami tidak percaya Pak Ahok memerintah akan bisa independen (track record telah membuktikan sendiri independensi beliau tak tunduk pada partai), tapi menurut kami pilihan independen akan sangat bagus untuk demokrasi Indonesia. Jalur independen di Jakarta sebagai etalase bangsa akan memupuk kesadaran dari masyarakat Indonesia yang mulai patah semangat dengan perpolitikan di Indonesia," demikian poin keenam pernyataan Teman Ahok dalam siaran pers, Jumat (26/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ahok Beri Sinyal Maju Pilgub Lewat PDIP, Ini 6 Poin Sikap Teman Ahok

Sikap teman Ahok ini diperkuat dengan munculnya karikatur sindiran untuk Ahok yang dimuat di temanahok.com. Ada tiga tokoh dalam karikatur tersebut, pria berkacamata yang mirip Ahok, relawan, dan banteng warna hitam bermata merah yang berdiri tegak. Karikatur tersebut menggambarkan banteng hitam mencoba menghipnotis pria berkacamata, relawan mencoba menyelamatkan pria itu dengan membawanya ke arah jalur independen.

Karikatur itu menjadi insert gambar untuk berita "Jika Partai Hendak Usung Ahok, Teman Ahok: Yakinkan 730 Ribu Orang Dulu" yang diposting di Teman Ahok. Dari karikatur ini sangat jelas relawan ingin menggambarkan Ahok sedang dihipnotis oleh banteng yang juga simbol PDIP, sangat jelas relawan takut Ahok digondol PDIP.

Memangnya sekuat apa sinyal Ahok ingin maju lewat PDIP sampai relawan begitu resah?

Ya, sinyal tersebut memang sudah sangat jelas terlihat. Dimulai dari Ahok yang ingin duet dengan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Meski sempat ngomong ingin maju lewat jalur independen, sinyal Ahok bakal maju lewat jalur independen pun semakin jelas.

"PDIP sudah oke dengan Pak Djarot, sudah setujulah. Cuma kan sekarang kita juga tidak pengin Teman Ahok ini kecewa. Kita harap Teman-teman Ahok juga orang-orang yang semangat mentransformasi negara kan. Teman Ahok juga sudah baik," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Menurut Ahok, ada kekhawatiran dari Teman Ahok dirinya tak jadi maju dari jalur independen dan ikut PDIP. Mengetahui kekhawatiran tersebut, alih-alih menegaskan ingin berada di jalur independen, Ahok malah memberi sinyal ingin ikut PDIP.

"Ya saya katakan, kalau Teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (KTP dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDIP alangkah baiknya ikut PDIP juga kan mereka kan. Tapi kalau mereka (Teman Ahok) enggak mau, ya kita harus pilih dong yang sudah berjuang setengah mati satu juta KTP bagaimana," imbuhnya.

Ahok juga kini menunjukkan keraguan maju dari jalur independen. Dia bicara soal proses verifikasi KTP dukungan yang dikumpulkan Teman Ahok. Menurut Ahok, proses verifikasi itu akan memakan waktu lama.

"Cuma kan enggak gampang loh untuk menetapkan independen itu tidak mudah. Kalau enggak satu juta bagaimana? Masih banyak persoalan ini. Mengisinya (formulir dukungan) saja setengah mati. Mengisinya kan susah. Satu juta loh, banyak loh," ujarnya.

"Ya makanya kita harus ngomong. Kalau (Teman Ahok) nggak (mau saya diusung PDIP), ya mau enggak mau kalau dia bisa penuhi (satu juta KTP) maka kita ikut Teman Ahok. Tapi Teman Ahok juga enggak gampang loh mau mencalonkan. Mau verifikasi, mau mengisi pasangan. Nanti teknis, kita patokan sampai bulan April," imbuh Ahok.

Ahok pun akan mengambil keputusan bulat apakah maju lewat PDIP atau dengan dukungan Teman Ahok pada bulan April mendatang.

"Nanti kalau sampai bulan April enggak putus, maka susah mengisi. Pendaftaran kan Juli. Kita perkirakan mau mengisi, mengetik, verifikasi, mungkin butuh tiga bulan internal. Jadi April harus bisa kita putuskan," katanya.

Lalu jalan mana yang bakal ditempuh Ahok? Apakah Ahok akan maju lewat jalur independen ataukah akan 'mengkhianati' Teman Ahok yang sudah mengumpulkan ribuan KTP dukungan? (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads