"Yang melakukan politik uang itu menandakan bahwa orang tersebut belum punya kualitas," kata Idris kepada wartawan, Jumat (26/2/2016).
Idrus mengatakan politik uang akan makin merusak citra partai. Wajah Golkar bisa semakin buruk. Oleh karenanya dia meminta politik uang dijauhkan dari munas Golkar.
Idrus yang juga berniat maju di munas Golkar menegaskan tak akan bagi-bagi uang untuk menang. Dia bahkan bersedia diawasi oleh KPK.
"Saya siap diawasi, saya siap disadap, silakan," ujar pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, ini.
Menurut Idrus Marham, saat ini Golkar sedang menghadapi masalah sulit bukan saja karena ada perpecahan internal, melainkan juga karena menuai banyak kekalahan di Pilkada. Oleh sebab itu, dibutuhkan figur ketua umum yang mampu mengesampingkan syahwat politiknya, lalu fokus bekerja membangun partai agar bisa pulih seperti semula.
"Kalau ada orang yang mau memimpin Golkar tapi dia arogan dan mengedepankan kepentingannya sendiri, maka itu malapetaka," ujarnya. (tor/van)











































