"Selama ini nggak ada yang berani mengatakan bahwa sebenarnya kasus di Jakarta dari UPS, scanner printer, RS Sumber Waras sebenarnya cikal bakalnya apa. Cikal bakalnya dari sini," kata Lulung sambil menunjukan dokumen kepada wartawan di depan Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016).
Lulung mengatakan dokumen yang dibawanya adalah hasil evaluasi anggaran perubahan dari Kemendagri. Dokumen itu akan diserahkannya ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim yang menangani kasus itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan saya serahkan (ke penyidik) supaya lebih terbuka. Saya yakin penegak hukum akan berani," kata Lulung.
Lulung yang tiba sekitar pukul 13.30 WIB tadi, belum tampak keluar dari Gedung Bareskrim hingga pukul 17.01 WIB. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan satu tersangka, yaitu bos PT Tirta Marta Wisesa Abadi berinisial GM.
(idh/aan)











































