Ahok dan Emil memang sudah santer dibicarakan bakal maju di Pilgub DKI 2017. Emil menyatakan bakal menentukan maju-tidaknya dia di Pilgub DKI 2017 pada Senin (29/2) besok. Namun sejurus kemudian, Ganjar menyahut bakal mengumumkan soal hal yang sama pada hari Selasa (1/3) mendatang.
"Saya nanti pengumuman hari Senin," kata Ridwan yang berdiri di sebelah paling kiri, di samping Ahok, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan (25/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Selasa! Saya Selasa!" tukas Ganjar sambil tersenyum dan disambut tawa.
Belum jelas betul, apakah Ganjar bercanda akan memutuskan maju ke Pilgub DKI 2017 pada Selasa besok setelah pengumuman Ridwan Kamil, ataukah Ganjar hanya bercanda.
Namun Ahok juga menyebut bahwa Ganjar bisa saja dicalonkan PDIP, itu bisa terjadi bila Ahok tak dicalonkan PDIP. Ahok menuturkan hal ini dengan nada yang santai. Dia juga menyatakan sesama gubernur (Ganjar dan Ahok) tak boleh berseteru, apalagi bila akhirnya sama-sama dicalonkan maju di Pilgub 2017.
"Ya sambil sampaikan ke saya, kalau enggak pakai PDIP bisa majukan Pak Ganjar nih. Ya kulo nuwun dong. Gubernur nih, jangan berantem berdua, dicalonkan kan bahaya. Teman gitu kan. Ilmunya tahu, boroknya tahu. Ini kan repot saya," tutur Ahok santai.
Ganjar sendiri menyatakan terus melihat dinamika di Jakarta. Penjelasan itu dinyatakan Ganjar saat ditanya apakah dirinya memang dicalonkan partainya, PDIP, maju ke Pilgub DKI 2017 atau tidak.
Sesudah Ganjar dan Emil meninggalkan Balai Kota Jakarta, Ahok menggunakan kata 'bertiga' dalam konteks kandidat yang maju bersaing ke Pilgub DKI 2017. Kata 'bertiga' merujuk kepada Ahok sendiri, Emil, dan Ganjar.
"Yang penting kan sudah sepakat, bahwa kalau maju-pun bertiga teman ini (maka) yang profesional begitu loh. Jadi kalau mau jelek-jelekin enggak usah menyinggung-nyinggung pribadi lah. Kita menyinggung program saja," kata Ahok.
(dnu/Hbb)











































