"Ini dinamika jelang munas, mestinya semua kandidat itu bisa jaga etika. Tidak melakukan black campaign. Kalau tidak dikontrol, ini takut kebablasan yang buat munas jauh dari harapan," kata Wakil Sekjen Munas Riau Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi, Kamis (25/2/2016).
Doli mengatakan solusi terbaik mestinya segera dibentuk panitia penyelenggara Munas. Bila memang sudah ada nama kepengurusan panitia penyelenggara maka
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk panitia, karena dengan steering commitee maka ada ditentukan tata cara, mekanisme, pola permainan ke semua kandidat. Kan begitu. Jangan lama-lama, karena takut saling jegal," sebutnya.
Dia menilai banyaknya black campaigne karena belum terbentuknya panitia penyelenggara munas.
"Intinya kalau main sepak bola, kita ini yang belum tahu lokasi, lapangannya, ini dah berantem duluan. Tapi, kan kalau ada steering comiitee, maka ada aturan main," tuturnya.
Kemudian, setiap kandidat calon mesti paham dan kembali ke masing-masing hati nuraninya. Konsep pemikiran dari awal agar munas sebagai ajang untuk kebaikan partai mesti diingat.
"Ini yang harus diingat, jangan kembangkan tradisi politik uang. Karena itu yang terkesan ada dan terjadi di beberapa hari terakhir ini. Mestinya digeser itu jadi adu konsep, perdebatan, ide gagasan," tuturnya.
Lantas, dia menambahkan perlunya senior partai seperti Jusuf Kalla untuk melakukan pengawasan menjelang munas ini. Bila ada aturan panitia penyelenggara munas dan senior partai mengawasi maka bisa menekan black campaign.
"Kalau ada yang melanggar kan ada sanksi. Itu justru kemudian senior-senior ikut memonitor saja. Ikut mengawasi memberikan anjuran-anjuran agar semua kandidat ini jaga dan menaati aturan jelang munas," tuturnya.
(hty/van)











































