"Ya, sambil sampaikan ke saya kalau enggak pakai PDIP bisa majukan Pak Ganjar nih," canda Ahok.
"Ya kulonuwun dong.ย Gubernur nih, jangan berantem berdua, dicalonkan kan bahaya. Teman gitu kan. Ilmunya tahu, boroknya tahu. Ini kan repot saya," imbuhnya sembari tertawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar Pranowo yang bicara setelah Ahok juga menyinggung sedikit aroma persaingan. Meski tak gamblang persaingan yang bakal dilakoni secara sehat ini menyangkut kursi DKI 1.
"Gimana? Saya ini kan orang kampung ya, di Semarang terus melihat dinamika yang ada di Jakarta. Makanya saya main, kebetulan ada Kang Emil juga di sini sehingga kita ngobrol bertiga. Kalau ada sesuatu yang tidak sepakat ya mungkin kita akan bersaing baik-baik, begitu kan," kata Ganjar.
Nah, Ridwan Kamil yang bicara lebih jelas lagi. Dia menyebut ada pembahasan soal peluang-peluang ketiganya dalam kontestasi politik.
"Jadi inti pertemuannya, saya kulonuwun mau belajar program. Pak Ahok juga tertarik belajar ke Bandung tentang berusaha tanpa perlu izin. Sisanya, ngomongin politik memang ya. Tapi tidak ada kesimpulan," kata Ridwan Kamil disambut tawa Ahok dan Ganjar.
"Yang diomongin masing-masing juga maju berpeluang bagaimana begitu," sambung Ridwan Kamil.
Ahok pun menimpali dengan kesiapannya bersaing dengan para kepala daerah muda itu. "Bersaing sehat," timpal Ahok.
Nah, Ridwan Kamil masih terus melakukan telaah sebelum memutuskan apakah dirinya maju atau tidak ke Pilgub DKI. "Saya nanti pengumuman hari Senin," katanya.
Apakah ketiganya bakal benar-benar bersaing sehat di Pilgub DKI?
(van/nrl)










































