Menurut Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Rivanda kepada detikcom, Kamis (25/2/2016), awalnya pihaknya menerima pengaduan lisan dari istri korban yang juga dokter di Palembang pada Minggu (21/2). Istri menyebut korban hilang dan tidak bisa dihubungi.
"Meski (hilang) belum 24 jam, laporan itu tetap kita tindaklanjuti," kata Rivanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari rekaman itu korban datang ke kantornya pada pukul 11 siang. Padahal hari itu hari libur," kata Rivandi.
Selanjutnya tim melakukan pengembangan. Pada Selasa (23/2) mobil Toyota Rush warna hitam milik korban ditemukan di sekitar Kampus Universitas Baturaja. Lokasinya juga tidak jauh dari rel kereta api.
"Dari pengembangan yang kita lakukan, lantas mulai mengarah ke pelakunya. Ini berdasarkan sejumlah informasi yang kita dapatkan dari warga," kata Rivanda.
Kasatreskrim Polres OKU, AKP Rivanda |
Masih menurut Rivanda, pada Selasa malam itu juga tim memburu para pelaku. Para pelaku berada di Kabupaten Muara Enim. Pada Rabu (24/2) pukul 02.00 WIB, dua tersangka berhasil diamankan.
"Dari penangkapan itu, pukul 03. 00 WIB, tersangka kita bawa untuk menunjukkan tempat dikuburnya korban," kata Rivanda.
Setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Polres OKU lalu ke RS Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang untuk diautopsi. Sedangkan dua tersangka lantas diamankan.
"Untuk motif pembunuhan ini masih kita dalami. Pelakunya ada 4 orang. Dua tersangka berhasil kita amankan," kata Rivandi.
Kedua tersangka mengaku kalau korban dibunuh dengan cara menjerat lehernya dengan timing belt mobil. "Kita masih akan kembangkan kasus ini," tutup Rivandi. (cha/trw)












































Kasatreskrim Polres OKU, AKP Rivanda