Menlu Malaysia:
Malaysia Tidak Akan Melakukan Konfrontasi
Kamis, 10 Mar 2005 22:58 WIB
Jakarta - Malaysia tidak akan melakukan konfrontasi. Tetapi lebih akan mengambil jalur damai untuk menyampaikan masalah Ambalat dengan Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Syed Hamid Albar kepada wartawan dalam jumpa pers usai Asean-European Union Ministerial Meeting (AEMM) di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2005).Malaysia sangat menyesalkan aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Indonesia mengenai krisis Ambalat."Apabila ada perbedaan harus dilakukan melalui negosiasi dan diskusi. Kami tidak akan melakukan konfrontasi dalam hal ini konfrontasi militer," tegas Hamid.Menurutnya kedua negara menyepakati bahwa ada beberapa hal yang tidak akan diinformasikan kepada media massa. Hal itu untuk menghindari adanya interpretasi dari pihak luar mengenai kasus di perairan Sulawesi tersebut."Maka cara terbaik untuk mengurangi ketegangan adalah masing-masing pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini melalui pertemuan teknis dari kedua negara," lanjut Hamid. Saat ditanya mengenai apakah Malaysia meminta penarikan kapal perang Indonesia, Hamid mengatakan hal tersebut belum dibicarakan."Rencana penarikan mundur militer Malaysia dari perairan juga belum diambil keputusan," jelasnya.Bagaimana bisa mengurangi ketegangan bila kehadiran patroli ternyata masih menjadi permasalahan. Maka sudah tentu kedua pemerintah harus dapat mengambil tindakan sama. Demikian harap Hamid."Yang penting kita menyepakati adanya diplomasi. Kita setuju untuk mengendurkan ketegangan diantara kedua negara. Kalau kehadiran militer didalam kawasan itu bisa menimbulkan ketegangan, maka hal itu akan diputuskan lagi saat pertemuan teknis nanti," papar Hamid.Mengenai maraknya aksi unjuk rasa dari warga Indonesia yang menentang Malaysia, Hamid sangat menyesalkan hal tersebut. Menurutnya aksi-aksi anarkis justru tidak akan meredam suasana."Saya pikir amat menyedihkan terjadi hal seperti itu. Karena ada hal yang belum disepakati maka timbul perasaan marah. Sedangkan Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan yang sangat akrab," terangnya lagi. "Tapi saya berharap situasi ini tidak diartikan untuk menyebabkan terjadinya konfrontasi. Karena itu akan merugikan hubungan baik kita," mintanya.Menurutnya aksi-aksi tidak akan menyelesaikan apa-apa. "Walaupun kita berbeda, saya berharap perkara ini diselesaikan dengan perasaaan tenang," aku Hamid.
(ism/)











































