MUI Keluarkan Fatwa Ajaran 'Nabi Isa van Jombang' Menyimpang, Begini Isinya

MUI Keluarkan Fatwa Ajaran 'Nabi Isa van Jombang' Menyimpang, Begini Isinya

Enggran Eko Budianto, - detikNews
Kamis, 25 Feb 2016 12:23 WIB
MUI Keluarkan Fatwa Ajaran Nabi Isa van Jombang Menyimpang, Begini Isinya
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang akhirnya mengeluarkan fatwa terhadap ajaran Jari (44), pria yang mengaku sebagai Nabi Isa. Menurut MUI, ajaran Jari merupakan bentuk penyimpangan terhadap ajaran Islam.

Begini isi keputusan MUI yang dirilis pagi ini, Kamis (25/2/2016).

Fatwa MUI Kabupaten Jombang No: 01/MUI/Jom/A-F/II/2016

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pengakuan Bapak Jari sebagai Kerasulan Isa Habibullah, menerima wahyu sejak tahun 2005 hingga 2015, menambah kalimat syahadat (Isa Habibullah), dan pernyataan diri sebagai Nabi Isa dan diakui oleh para pengikutnya, meyakini batu yang diperoleh dari Gunung Lawu sebagai Nur Muhammad atau Maqom Muhammad, menafsiri ayat dalam Surat Yasin ayat 1 (Yasin) dengan penafsiran Ya Isa yakni Bapak Jari merupakan penyimpangan terhadap aqidah Islamiyah.

2. Kepada mereka yang secara sadar atau tidak, telah mengikuti pemahaman dan keyakinan tersebut agar segera bertobat.

3. Menyerukan kepada umat Islam agar tidak terpengaruh terhadap pemahaman dan keyakinan tersebut.

4. Mengimbau kepada para ulama untuk memberikan bimbingan dan petunjuk kepada mereka yang ingin bertobat.

5. Meminta dengan sangat kepada pemerintah agar mengambil tindakan tegas, berupa larangan terhadap pemahaman, keyakinan dan penyebaran di tengah-tengah masyarakat.

Ketua MUI Jombang, Kiai Cholil Dahlan mengatakan, proses terbitnya fatwa tersebut sudah melalui 3 tahapan. Salah satunya tahap penelitian dan investigasi di Ponpes Kahuripan Ash Shiroth di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh tempat Jari mengajarkan kepercayaannya.

"Kemudian digelar pertemuan bersama dengan elemen masyarakat dan tokoh masyarakat seluruh Kabupaten Jombang, kemudian tabayun untuk klarifikasi kepada yang bersangkutan (Jari) yang ini dilakukan oleh MUI lewat Komisi Fatwa dan mengundang beberapa kiai sepuh yang bisa memahami persoalan ini," jelasnya.

Cholil menambahkan, fatwa tersebut dikirim ke beberapa pihak untuk ditindaklanjuti. Diantaranya, ke Ponpes Ash Shiroth, Forpimda Jombang, Tim Pakem, serta kepada elemen masyarakat. Baik LSM maupun lembaga-lembaga ke Islaman. (dra/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini