71 TKI Dideportasi Lewat Kepri
Kamis, 10 Mar 2005 19:44 WIB
Pekanbaru - Pemerintah Malaysia mendeportasi 71 TKI ilegal lewat pelabuhan Sri Bintan di Tanjungpinang, Ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Para TKI umumnya tidak memiliki bekal dan telah menjalani hukuman cambuk. Duh!Kamis (9/03/2005) sekitar pukul 13. 00 WIB, 71 TKI illegal tiba di Tanjungpinang tanpa membawa bekal apa pun. Hanya ada pakaian yang melekat di badan. Mereka umumnya sudah menjalani masa hukuman 5 sampai 8 bulan penjara di Malaysia.Tidak cuma itu, selama masa kurungan, mereka dikenakan hukuman cambuk masing-masing satu kali.Hidup dalam bui, menyebabkan mereka sama sekali tidak memilik bekal apa pun. Selama dalam masa tahanan, banyak hak-hak mereka sebagai buruh hilang begitu saja, tidak dibayar majikan. Itu sebabnya, sebagian besar dari mereka pulang berbekal sendal jepit dan cerita duka.Sebagian dari 71 TKI ilegal itu mengalami kurungan pada pada tahun 2004 silam. Mereka berasal dari berbagai daerah, Sumut, Riau, Lombok dan Jatim. Dari Malaysia, mereka hanya dibiayai ongkos sampai ke Jakarta. Untuk urusan ke daerahnya masing-masing menjadi tanggung jawab pemerintah RI. Para TKI itu langsung dipulangkan ke daerahnya masing-masing yang juga lewat pelabuhan Sri Bintan.Nasib Apes Jamaluddin Jamaluddin Ismail (35) adalah salah satu dari 71 TKI yang dideportasi pemerintah Malaysia. Nasib apes menimpa pria lelahiran Lombok ini. Sudah tiga tahun dia mengalami kelumpuhan dari dada hingga ke bagian kakinya.Cerita duka Jamal yang sejak tahun 1988 merantau ke Malaysia ini bermula tahun 2001 silam, saat dia sempat ketabrak mobil di Malaysia. Itulah penyebab mengapa Jamal menjadi lumpuh. Dia sebenarnya cukup berhasil mejadi TKI ilegal di sana. Jamal bercerita, biaya pengobatan di rumah sakit menjadi tanggung jawab pihak pemerintah Malaysia. Sehingga hal itu sangat meringankan bebannya yang hidup di negeri orang. Padahal, pihak rumah sakit Malaysia sudah berulang kali memberitahukan kondisi Jamal kepada Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Namun, hingga Jamal kembali ke tanah air tidak pernah digubris pihak kedutaan RI.Jamal sendiri dipulangkan pihak rumah sakit, karena kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Dia dibekali obat-obatan untuk dua bulan ke depan. Tidak itu saja, dengan kondisinya yang lumpuh, pihak rumah sakit juga membekalinya dengan kursi roda. Fasilitas itu semua dia dapatkan secara gratis.
(asy/)











































