"Tarifnya bervariasi tergantung dari usia kehamilan. Untuk usia kehamilan di bawah 3 bulan itu harganya rata-rata Rp 2,5 juta, tetapi kalau sudah di atas 3 bulan itu mencapai Rp 10 juta," kata Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Dari penghasilan per hari itu, keuntungan dibagi-bagi untuk dokter, calo dan pengelola. "Yang paling besar itu untuk calonya 40 persen karena kan banyak. 60 persennya lagi dibagi dua, 30 persen untuk dokter dan 30 persen untuk pengelola," imbuh Adi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi tidak melulu diaborsi, ada yang cuma konsultasi dulu. Namun yang pasti tujuan orang ke klinik ini 90 persen untuk melakukan aborsi," imbuhnya.
Praktik aborsi di kedua klinik tersebut diduga sudah terjadi selama bertahun-tahun. Modus operandinya dengan mempromosikan melalui situs klinik-obgyn.com.
"Ada yang sudah tahu ada tempat aborsi di Cikini, nanti kalau ada yang datang kan kelihatan sama calo-calo tukang ojek itu mana yang nyari tempat aborsi, nanti ditawarin kemudian diantarkan ke klinik sama tukang ojek," jelasnya.
Dari dua klinik tersebut, polisi mengamankan 10 orang, yang salah satunya dr MN, dokter umum yang melakukan praktik aborsi di klinik di Jl Cisadane No 4, Cikini, Menteng, Jakpus. Mereka kini ditahan di Mapolda Metro Jaya. (mei/dra)











































