"Pada dasarnya pendidikan Islam walaupun ada yang maju tapi belum sampai pada tahap pendidikan Islam yang (memiliki) value, hanya bersifat pengajaran. Transfer ilmu dari guru ke murid, belum sampai pada penanaman akhlak, untuk bisa membekali lifeskill agar lahir sumber daya Islami," kata Din dalam diskusi "Revitalisasi Pendidikan Islam: Problematika dan Solusi" di kantor pusat MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).
Harus diakui, kata Din, saat ini pendidikan Islam sudah berkembang mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menurut Din, lembaga pendidikan Islam juga sudah menghasilkan sumber daya insani yang kompetitif di tengah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesantren juga banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan dan pahlawan nasional. "Mungkin ada satu dua pesantren tapi juga artinya digeneralisasi, pemerintah harus memberikan perhatian pembinanaan jangan sampai ada labelisasi. Ini tanggung jawab juga Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, ini yang seyogyanya diamati," kata Din.
(erd/nrl)










































