Emron Pangkapi: Kalau Tak Islah, PPP Terkubur dari Daftar Parpol dan Jadi Ormas

Emron Pangkapi: Kalau Tak Islah, PPP Terkubur dari Daftar Parpol dan Jadi Ormas

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 17:52 WIB
Emron Pangkapi: Kalau Tak Islah, PPP Terkubur dari Daftar Parpol dan Jadi Ormas
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke IV digelar kepengurusan PPP Muktamar Bandung. Sebelum pelaksanaan Mukernas, pengurus Muktamar Bandung sudah mencoba berkomunikasi dengan Djan Faridz juga Suryadharma Ali.

Wakil Ketum PPP Emron Pangkapi menjelaskan pelaksanaan Mukernas dipercepat, karena harus mempersiapkan Muktamar. Pelaksanaan Muktamar juga sudah disampaikan kepada Suryadharma Ali.

"Kenapa buru-buru? Karena ada AD/ART partai dalam persiapan muktamar. Semua ada tahapannya, enggak bisa hari ini mukernas, lalu bulan depan, 30 hari lagi langsung muktamar. Paling cepat itu 40 hari," ujar Emron dalam sambutannya di Mukernas ke IV PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan AD/ART partai, maka hasil mukernas menurut Emron disampaikan lagi kepada pengurus DPW dan DPC. Proses penyampaian ini membutuhkan waktu minimal 7 hari.

PPP juga harus mempersiapkan tahapan Pilkada serentak tahun 2017. Sebab mulai bulan Meitahun, parpol sudah melakukan rekrutmen calon yang maju di Pilkada. Setelahnya pada Juli 2016, akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon kepala daerah.

Bila mukernas telat, maka konsekuensinya surat keputusan terhadap pengesahan kepengurusan PPP yang baru nanti juga telat.

"Pilkada itu Februari 2017. Nah, KPU agendakan verifikasi partai itu November 2016. Kalau tidak cepat, tak akan ada kepengurusan baru sampai April 2016. Karena Kemenkum HAM tak bisa cepat keluarkan surat keputusan itu. Jadi, mukernas dilakukan cepat, muktamarnya bisa sambil proses islah," sambung Emron.

Gerak cepat dalam pelaksanaan mukernas ini untuk menghindari ancaman PPP absen di Pilkada. Menurut Emron, semua pihak yang bertikai mesti berpikir bijaksana agar nama besar PPP tak hilang.

"Ada ancaman besar yang terjadi PPP tak ada di agenda politik berikutnya. Kalau tidak ada kearifan, maka kita akan terkubur dari daftar nama parpol. Kita akan terkubur, jadi ormas seperti Parmusi," ujarnya.

"Demi selamatkan PPP, mari kita lepaskan dari kepentingan apapun. Mari kita selamatkan partai," tuturnya. (hat/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads