Selain Promosi Online, Klinik Aborsi di Cikini Juga Pakai Ojek Sebagai Calo

Selain Promosi Online, Klinik Aborsi di Cikini Juga Pakai Ojek Sebagai Calo

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 17:04 WIB
Selain Promosi Online, Klinik Aborsi di Cikini Juga Pakai Ojek Sebagai Calo
Klinik aborsi di Cikini yang digerebek polisi (Foto: Jabbar Ramdhani)
Jakarta - Tim Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek 3 klinik aborsi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Selain via online, jasa aborsi di klinik di kawasan tersebut juga dipromosikan melalui calo.

"Modusnya itu via website klinik-obgyn.com sama lewat tukang ojek yang di depan itu (Jl Raden Saleh)," ujar Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid di klinik di Jl Cisadane, Cikini, Jakpus, Rabu (24/2/2016).

Pengojek yang nyambi jadi calo aborsi itu, selain mengantarkan penumpang juga menawarkan kepada calon pasien yang hendak melakukan aborsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia nawarin 'ngelunturin'," imbuh Adi.

Dalam website tersebut, terdapat informasi jadwal praktek, kondisi medis dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Dalam homepage-nya menyebutkan bahwa "Klinik Aborsi Obgyn Jakarta adalah Tempat Aborsi Aman, resmi & Klinik kuret steril, murah, berlisensi di Raden Saleh Jakarta yang ditangani Dokter Kandungan S.P.O.G untuk melayani tindakan aborsi dan kuret dalam masalah yang dihadapi wanita untuk menggugurkan kandungan untuk jaminan keselamatan pasien. Klinik Obgyn adalah solusi yang tepat bagi wanita untuk mengugurkan kandungan yang aman dan steril."

"Coba sekarang telepon, sudah mati semua itu nomor teleponnya. Kemarin sebelum kita gerebek itu masih aktif," cetus Adi lagi.



Adi mengakui bahwa praktik aborsi di klinik tersebut sudah lama. Ia mengatakan, pihaknya menggerebek tempat tersebut setelah menemukan adanya sejumlah tempat aborsi di kawasan Cikini di dalam jaringan.

"Saya kan cek-cek di internet, banyak sekali ini klinik-klinik aborsi, ini legal tidak? Makanya kami lakukan penyelidikan dan penyamaran ternyata banyak indikasi tindakan ilegal di klinik-klinik ini," papar Adi.

Ada 2 klinik yang digeledah polisi, yakni klinik di Jl Cisadane No 4 di mana dokter prakternya adalah dr Ihsan Oetama, Sp.OG dan klinik dr Suripno di Jl Cimandiri No 7. Total ada 10 tersangka yang ditangkap polisi dalam kasus ini, satu di antaranya dr MN.

"dr Ihsan kan yang seharusnya berpraktek di sini (Klinik di Jl Cisadane), tetapi yang praktek itu dr MN dan itu pun bukan dokter ginekologi tetapi dokter umum. Kalau yang di klinik di Jl Cimandiri itu yang praktek dr MM," jelasnya.
Β 

(mei/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads