Â
"Di septic tank ditemukan beberapa tulang dan itu dugaan janin," ujar Kasubdit III Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid dalam jumpa pers di TKP, Rabu (24/2/2016).
Jalan Cimandiri nomir 7 (Jabbar/detikcom) |
Selain di Jl Cimandiri Nomor 7, pihaknya masih membongkar septic tank di Cisadane Nomor 19 untuk memperkuat barang bukti.
Adi Vivid menjelaskan cara aborsi komplotan tersebut yang menggunakan alat vakum. Kemudian gumpalan darah diduga janin tersebut dibuang ke toilet atau WC. Setelah proses aborsi, pasien disuruh istirahat. Setelah pulih pasien pulang dan harus kontrol 2 kali pada minggu pertama dan dua minggu berikutnya. Â
Dari klinik aborsi di Jl Cimandiri dan Jl Cisadane, polisi menetapkan 9 tersangka. Di antara tersangka adalah SAL yang merupakan lulusan SMP yang mengaku dokter dan MN (75) yang merupakan dokter asli namun tidak mengantongi izin praktik.
Pelaku dihadirkan di klinik Jl Cimandiri 7 (Jabbar/detikcom) |
(nwy/nrl)












































Jalan Cimandiri nomir 7 (Jabbar/detikcom)
Pelaku dihadirkan di klinik Jl Cimandiri 7 (Jabbar/detikcom)