"Dipilih yang mumpuni, di samping prestasi dan juga kontribusi. Tidak tercela dan jangan yang dipilih atas dasar transaksional, jangan yang terlibat jual beli suara. Karena kalau yang (dipilih) seperti itu, makin jauh dari nilai-nilai ideal," ucap Agung sebelum rapat harian DPP Golkar di kantor DPP Jl Anggrek Neli Murni, Jakbar, Selasa (23/2/2016).
Menurut Agung, Munas Golkar kali ini bicara tentang the part of idea, konsep-konsep untuk mengembalikan Partai Golkar berjaya dan memberi kontribusi kepada negara secara nyata. Terutama setelah konflik setahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait rapat malam ini, Agung mengatakan agendanya adalah pembentukan kepanitian, menentukan kepesertaan dan teknis lainnya.
"Yang jelas tdk bertentangan dengan SK Kemekumham yang sudah diberikan," ucap agung.
Tak hanya itu, Agung menyebut akan dibicarakan juga realisasi terhadap pengurus-pengurus yang sempat diberhentikan dan dipecat karena konflik Munas sebelumnya.
"Acara (Munas) simple dan kaitannya hanya memilih ketua umum dan pengurusnya, sehingga jangan sampai setelah Munas ada permasalahan lagi. Kita berharap dengan diselenggarakannya Munas bisa selesaikan perselisihan konflik internal," tutupnya.
(miq/miq)











































