"Semua narkoba itu ada di seluruh lapisan. Dulu hampir nggak terdengar, berkembang dan terjadi sekarang. Menyedihkan kalau sudah TNI- Polri kena itu berbahaya," kata Ryamizard di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Selasa (23/2/2016).
Meski menyesalkan ada oknum prajurit TNI yang terlibat narkoba, Ryamizard bersyukur akhirnya hal tersebut bisa terungkap. Dia berharap ada pengawasan yang lebih ketat kepada para prajurit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apel harus sering, dulu waktu saya SMP-SMA, buku kita diperiksa sama guru, sekarang mungkin mendadak. Jadi pemeriksaan itu penting, baik, bukan mencari kesalahan, dicari, bukan mencari-cari kesalahan," imbuhnya.
(Baca juga: Komjen Buwas Pastikan Ada Politisi Ikut Diciduk Terkait Penggerebekan Kostrad)
Dalam penggerebekan Minggu (21/2) diamankan Serda Z, Serka K, Serma E, serta Serma S. Tim Kostrad menyita sabu-sabu sebanyak 8,53 gram, pil ekstasi, satu buah bong, satu pucuk pistol airsoftgun dan 5 isian gas, 2 buah timbangan, uang tunai sebesar Rp 5.284.000, dan dua buah HP.
Pengembangan dari penangkapan empat oknum TBI itu, diamankan lima oknum polisi yang diduga menjadi pembeli sabu yakni Briptu E, Aiptu A, Bripka A, Aipda W, dan Aiptu A. Sedang warga sipil yang diamankan ada enam, dan salah seorang diantaranya diduga politisi diduga berinisial I.
Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Hadiningrat memastikan hasil tes urine dari polisi yang diamankan, negatif narkotika.
(Baca juga: Penggerebekan Kostrad, Kapolres Jaksel: Tes Urine 5 Polisi yang Diamankan Negatif)
"Menanggapi informasi yang beredar, kami langsung ambil langkah proaktif, dengan lakukan tes urine, hasilnya negatif," ujar Wahyu. (Hbb/fdn)











































