Buntut Ambalat
WNI di Malaysia Baik-baik Saja
Kamis, 10 Mar 2005 17:52 WIB
Jakarta - Redaksi detikcom masih terus menerima e-mail dari WNI yang berada di Malaysia, Kamis (10/3/2005). Mereka mengabarkan kondisi mereka baik-baik saja meski kedua negara tengah bersitegang soal Ambalat.Berikut e-mail Joseph Sosiawan yang bekerja di Selangor, Malaysia:Saya termasuk salah satu warga negara Indonesia yang berada di Malaysia. Setelah melihat masalah Ambalat di berita online dari Indonesia, saya merasa tergugah sebagaimana warga negara yang baik untuk membela tanah air. Siapa orang Indonesia yang rela kehilangan sebagian tanah airnya seperti kasus TimTim dan kasus sipadan/ligitan, saya yakin tidak ada.Saya mengerti perasaan saudara - saudara yang berada di tanah air mengenai hal ini, tetapi saya percaya pemerintah kedua belah pihak sudah menangani masalah ini dengan baik. Dan saya percaya bahwa resolusi damai dapat tercapai, karena di abad 21 sudah tidak musim untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan.Perang adalah resolusi terakhir, dan ingat, ketika petinju sudah mencampurkan emosi ketika bertanding dialah yang akan kalah. Ingat Indonesia adalah bangsa yang besar, dan jika ingin di hormati oleh orang lain, kita harus menghormati orang lain terlebih dahulu. Percayakan kepada pemerintah, dan hindari gerakan - gerakan yang menjurus anarkis karena tidak akan menyelesaikan masalah.Sebagaimana kawan - kawan yang lain, keadaan di Malaysia saat ini masih aman bagi orang - orang Indonesia/asing lainnya, dan Alhamdullilah tidak ada gangguan sedikitpun ke saya maupun keluarga saya sampai detik ini. Dan mudah mudahan hal ini tidak berkepanjangan.Muhammad Iqbal, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia yang tengah studi di Universiti Kebangsaan Malaysia menulis sbb:Saya seorang mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah S2 di Universiti Kebangsaan Malaysia. Saya berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga keharmonisan dan tetap setia kepada bangsa Indonesia.Tetapi untuk kasus Ambalat saya berharap agar kita semua tetap menjaga diri, kasihan saudara-saudara kita "orang Malaysia" yang kuliah di Indonesia merasa terusik dengan ancaman-ancaman yang menakutkan. Orang Melayu itu pada dasarnya baik dan soleh, kalau pun ada di antara mereka yang menzholimi TKI kita itu hanya personal sifatnya.Mereka adalah bangsa yang sangat bersahabat. Kita di sini sama sekali tidak merasakan dampak Amablat. Saya berharap juga kepada rekan-rekan pers untuk tetap menjada netralitas dan tidak mengeluatkan berita-berita yang cenderung menimbulkan "provokasi" terhadap masyarakat.WNI bernama Wijono tak ketinggalan menulis:Saya sangat sedih mendengar (karena tidak melihat langsung maupun menonton di TV Malaysia) reaksi saudara-saudara saya di tanah air. Bagaimana pun, kamimenyesal juga mengapa peristiwa di Ambalat itu terjadi.Di Malaysia, tidak ada apa-apa. Kami tetap hidup rukun dengan mereka sebagaimana saudara sendiri. Kami kuliah dan bekerja dengan tenang. Dan masyarakat Malaysia pun tampaknya tidak ingin menanyakan apa yang terjadi apalagi ingin melakukan sesuatu, saya yakin ini karena untuk menjaga perasaan kami dan mungkin menjaga maruah mereka.Mungkin mengikuti reaksi orang Malaysia, orang Indonesia di Malaysia pun rata-rata tidak emosi. Mereka mungkin juga ikut merasa malu, karena merasa sebagai warga negara yang menyatakan mempunyai budi luhur, atau percaya kepada pemerintah untuk mengatasi hal ini, atau ada alasan lain.Apa pun yang terjadi, yang sangat perlu diingat adalah bahwa jutaan WNI di Malaysia perlu dipikirkan.Sekali lagi saya sampaikan, di Malaysia adem ayem ora ono opo-opo (tidak ada apa-apa) .... Ambalat terasa jauh di Kutub Selatan ... Salam saya untuk keluarga di Indonesia.
(nrl/)










































